PusakoNews.com, Mekah - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenhaj meninjau salah satu rumah sakit mitra yang akan bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Haji dan petugas medis Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat dan kebutuhan medis selama ibadah.
Pemerintah menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama, mengingat tingginya jumlah jemaah lanjut usia serta mereka yang masuk kategori risiko tinggi. Untuk itu, berbagai inovasi layanan disiapkan, termasuk optimalisasi klinik satelit di setiap sektor serta pengoperasian mobile clinic di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Selain itu, penguatan layanan kesehatan juga dilakukan dari dalam negeri melalui rencana penyediaan klinik permanen di asrama haji yang dapat beroperasi sepanjang tahun. Upaya ini dilengkapi dengan peningkatan peran Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi guna menjamin pelayanan yang berkesinambungan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas perlindungan kesehatan jemaah haji Indonesia, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sehat.
[PusakoNews.com/red]