PusakoNews.com, Yogyakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset dan pengembangan material fungsional melalui 11th International Symposium on Functional Material (ISFM) yang digelar di Yogyakarta, 4–7 Agustus 2026.
Forum internasional dua tahunan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai inovasi, temuan terbaru, dan perkembangan riset multidisiplin di bidang material fungsional. Pengembangan material maju dinilai memiliki peran penting dalam menghadirkan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk berbagai sektor, seperti energi, elektronik, sensor, katalisis, pertahanan, hingga manufaktur berkelanjutan.
Kepala Pusat Riset Sistem Nanoteknologi (PRSN) BRIN, Murni Handayani, mengatakan ISFM diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara riset dasar, rekayasa teknologi, hilirisasi, dan pemanfaatan material maju.
“Forum ini menitikberatkan pada penguatan keterkaitan antara riset dasar, rekayasa teknologi, hingga hilirisasi dan pemanfaatan material maju dalam berbagai sektor,” ujar Murni.
Material Canggih Jadi Sorotan, BRIN Perkuat Kolaborasi Riset Internasional di ISFM ke-11
"ISFM ke-11 BRIN Perkuat Kolaborasi Riset Material Fungsional untuk Teknologi Masa Depan"
Menurutnya, perkembangan desain, sintesis, karakterisasi, dan aplikasi material terus membuka peluang lahirnya inovasi teknologi. Namun, luasnya bidang material fungsional membutuhkan pendekatan multidisiplin serta kerja sama lintas lembaga dan negara agar hasil penelitian dapat dikembangkan hingga tahap teknologi dan pemanfaatan.
“Tantangan global yang semakin kompleks menuntut pendekatan multidisiplin serta kemitraan internasional yang mampu mempercepat lahirnya solusi berbasis riset,” katanya.
ISFM ke-11 membahas beragam tema riset, di antaranya material ferroelektrik dan multiferroik, semikonduktor dan optoelektronik, material penyimpan energi, nanoteknologi, biomaterial, komposit, penerapan kecerdasan artifisial untuk penemuan material baru, serta teknik sintesis dan karakterisasi material mutakhir.
Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara utama dari Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan, yakni Prof. Shu Yin dari Tohoku University, Jepang; Prof. Kuwat Triyana dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia; Prof. Jin-Hyo Boo dari Sungkyunkwan University, Korea Selatan; serta Prof. Tae-Hyuk Kwon dari Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST), Korea Selatan.
ISFM ke-11 diikuti sekitar 140 peserta dari 15 negara, baik secara luring maupun daring. Kehadiran para peneliti dari berbagai institusi dan negara diharapkan memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi material fungsional.
“Kehadiran para pakar dari berbagai institusi dan negara diharapkan dapat memberikan inspirasi serta memperkuat sinergi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutup Murni.
[PusakoNews.com/red]





Komentar