Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Murka! Serangan ke UNIFIL Dikecam Keras

Kabar Duka! TNI Gugur di Misi PBB, Serangan Israel Picu Kemarahan RI
Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
38
684

PusakoNews.com, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan. Insiden tersebut juga mengakibatkan tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka, dengan kondisi dilaporkan kritis.


Serangan terjadi pada 29 Maret 2026 waktu setempat, ketika posisi kontingen Indonesia di wilayah Adchit al-Qusayr terdampak tembakan artileri di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara militer Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata di kawasan tersebut.


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan yang mengenai pasukan penjaga perdamaian. Indonesia menegaskan bahwa personel UNIFIL bertugas di bawah mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik bersenjata.


Indonesia juga mendesak dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel atas insiden ini. Serangan terhadap pasukan perdamaian dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta resolusi Dewan Keamanan PBB.


Selain itu, Pemerintah RI kembali menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai untuk menahan diri, menghormati kedaulatan Lebanon, serta mengutamakan dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.


Keselamatan personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas dan dihormati oleh semua pihak demi menjaga stabilitas dan perdamaian internasional.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait