Proyek EV Ambruk! Honda Motor Co., Ltd. Batalkan Tiga Model Listrik Sekaligus

Honda Hentikan Pengembangan Tiga Mobil Listrik di Amerika Utara, Potensi Kerugian Capai Rp265 Triliun
Ambisi EV Tersendat, Honda Motor Co., Ltd. Alami Kerugian Fantastis Rp265 Triliun ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
65
762

PusakoNews.com, Tokyo - Honda Motor Co., Ltd. resmi mengumumkan penghentian pengembangan sejumlah proyek kendaraan listrik yang sebelumnya direncanakan untuk pasar Amerika Utara. Keputusan ini diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi ulang terhadap strategi elektrifikasi serta penyesuaian struktur internal perusahaan.


Proyek yang dibatalkan mencakup tiga model battery electric vehicle (BEV) yang merupakan pengembangan dari konsep Zero Series, yaitu Honda 0 Saloon, Honda 0 SUV, serta Acura RSX yang semula dijadwalkan diproduksi di Amerika Serikat.


Dalam pernyataan resminya, Honda menyebut keputusan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan di tengah dinamika industri otomotif global. Perubahan regulasi, tekanan biaya, serta menurunnya profitabilitas kendaraan bermesin bensin dan hybrid akibat kebijakan tarif baru turut menjadi faktor yang memengaruhi langkah tersebut.


Dampak dari pembatalan proyek ini diperkirakan menimbulkan potensi kerugian hingga sekitar 2,5 triliun yen atau setara Rp265 triliun. Selain itu, perusahaan juga memproyeksikan beban operasional tambahan antara 820 miliar hingga 1,12 triliun yen, serta potensi kerugian investasi dengan metode ekuitas sekitar 110 miliar hingga 150 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2026.


Di sisi lain, perubahan peta persaingan global turut memengaruhi arah strategi perusahaan. Pertumbuhan pasar kendaraan listrik murni di Amerika Serikat dilaporkan melambat, dipengaruhi pelonggaran regulasi bahan bakar fosil dan perubahan skema insentif kendaraan listrik. Sementara di pasar otomotif terbesar dunia, yakni China, preferensi konsumen juga bergeser ke kendaraan dengan teknologi digital dan fitur konektivitas yang lebih maju.


Ke depan, Honda akan memfokuskan sumber dayanya pada pengembangan teknologi energi baru, khususnya kendaraan hybrid serta peningkatan efisiensi mesin pembakaran internal, sambil tetap meninjau kembali strategi elektrifikasi jangka panjang perusahaan.


Nilai kerugian yang diumumkan saat ini masih bersifat sementara dan akan dikonfirmasi dalam laporan keuangan konsolidasi dan non-konsolidasi perusahaan untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2026.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait