Otoritas penerbangan Arab Saudi mengonfirmasi dua korban tewas dan delapan orang terluka. Kelompok Houthi mengklaim menyerang sejumlah fasilitas strategis, termasuk bandara dan infrastruktur minyak Saudi Aramco.
Kelompok Houthi mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, sementara insiden terpisah di ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco juga menyebabkan dua korban meninggal dunia.
Para wanita Saudi terlihat tiba di Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
1017
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Dammam - Serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, menewaskan dua orang dan menyebabkan delapan lainnya terluka. Otoritas penerbangan negara tersebut memastikan aktivitas bandara telah kembali berjalan setelah insiden yang terjadi pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), melalui pernyataan pada Kamis (22/10/2026), mengonfirmasi bahwa dua korban meninggal merupakan seorang warga negara Saudi dan seorang warga negara India.
Pernyataan tersebut sekaligus memperbarui jumlah korban meninggal akibat serangan di bandara yang berada di wilayah timur Arab Saudi itu.
Di tengah perkembangan situasi keamanan tersebut, GACA memastikan kegiatan operasional Bandara King Fahd telah dilanjutkan dan lalu lintas penerbangan kembali normal.
Houthi Klaim Menyerang Sejumlah Fasilitas Strategis Saudi
Kelompok bersenjata Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah, menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap infrastruktur Arab Saudi dalam kurun waktu 48 jam.
Dalam klaim yang disampaikan pada Kamis (22/10/2026), Houthi menyebut Bandara Internasional King Fahd sebagai salah satu sasaran operasi mereka.
Kelompok tersebut juga mengklaim menargetkan Bandara Internasional Abha, Kementerian Pertahanan Arab Saudi di Riyadh, serta fasilitas Saudi Aramco di Yanbu.
Klaim Houthi tersebut merupakan pernyataan kelompok bersenjata itu mengenai sasaran serangannya, bukan konfirmasi independen atas seluruh target yang disebutkan.
Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi yang berperang melawan kelompok Houthi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak atau drone di wilayah Riyadh dan Madinah.
Serangkaian insiden itu berlangsung ketika konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta didukung Arab Saudi semakin meningkat.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Serangan Terpisah di Ladang Minyak Shaybah
Deretan bangunan berjajar di Jalan King Fahd di distrik Olaya, Riyadh, Arab Saudi ยฉPusakoNews.com
Selain insiden di Bandara King Fahd, dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa terpisah yang melibatkan upaya serangan terhadap fasilitas minyak Shaybah milik Saudi Aramco.
Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan kedua korban tewas setelah sistem pertahanan udara Saudi mencegat sebuah drone yang berusaha menyerang fasilitas di ladang minyak tersebut pada Rabu (21/10/2026).
Dengan demikian, dua korban meninggal dalam insiden Shaybah merupakan korban dari peristiwa berbeda, bukan bagian dari jumlah korban serangan di Bandara King Fahd.
Di tengah situasi tersebut, Reuters dan AFP mengutip sumber yang menyebut Saudi Aramco telah memerintahkan karyawannya meninggalkan kantor pusat perusahaan di Dhahran.
Sehari sebelumnya, pada 10 Oktober, otoritas penerbangan sipil Saudi melaporkan serangan berbeda di bandara yang sama telah menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang terluka.
Rangkaian serangan tersebut turut diikuti langkah pengurangan kehadiran personel diplomatik Amerika Serikat di Arab Saudi.
Pada Rabu (21/10/2026), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan para diplomat dan anggota keluarga mereka meninggalkan misi diplomatik AS di Arab Saudi.
Para pejabat Amerika Serikat juga menyampaikan kepada Reuters adanya rencana penarikan anggota keluarga dari sejumlah misi diplomatik lainnya di kawasan tersebut.
Di sisi lain, pengoperasian kembali Bandara Internasional King Fahd menjadi perkembangan penting bagi layanan penerbangan di Dammam, meskipun klaim serangan terhadap sejumlah fasilitas Arab Saudi masih menjadi bagian dari eskalasi konflik yang berlangsung.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Al Jazeera
[02]ThePrint
[03]Gulf News
[04]BernamaโAnadolu
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar