"Pentagon menyatakan eksekusi dengan regu tembak terhadap mantan psikiater Angkatan Darat AS itu dijadwalkan pada 3 Desember 2026. Rencana siaran langsung tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prosedur dan pelaksanaan hukuman mati militer."
Hasan divonis atas penembakan pada 2009 yang menewaskan 13 orang dan melukai 32 lainnya.
PusakoNews.com, Washington D.C. - Amerika Serikat berencana menyiarkan secara langsung eksekusi Nidal Hasan, mantan psikiater Angkatan Darat yang divonis atas penembakan mematikan di Fort Hood, Texas, pada 2009. Pentagon menyatakan eksekusi menggunakan regu tembak itu dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember 2026.
Laporan Reuters pada 8 Oktober 2026 menyebutkan, seorang pejabat Pentagon mengonfirmasi rencana siaran langsung tersebut. Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme penyiaran. Informasi tambahan disebut akan disampaikan kemudian.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menyatakan bahwa pelaksanaan eksekusi akan dibuat terbuka untuk disaksikan publik. Dalam wawancara dengan media Real America's Voice, ia beralasan bahwa masyarakat perlu memahami konsekuensi dari tindakan seperti yang dilakukan Hasan. Pernyataan itu kemudian diikuti penegasan Pentagon bahwa eksekusi akan disiarkan secara langsung.
Hasan merupakan mantan mayor Angkatan Darat AS yang terlibat dalam penembakan di Fort Hood pada 5 November 2009. Serangan di pangkalan militer tersebut menewaskan 13 orang dan melukai 32 lainnya. Pada 2013, ia dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Rencana eksekusi ini menjadi sorotan karena merupakan pelaksanaan hukuman mati militer yang sangat jarang terjadi. Reuters menyebut Hasan akan menjadi orang pertama yang dieksekusi oleh militer AS menggunakan regu tembak sejak 1945. Sementara itu, AP melaporkan bahwa eksekusi tersebut akan menjadi eksekusi militer pertama dalam lebih dari 65 tahun.
Di luar rencana penyiaran, persoalan prosedur hukum juga menjadi perhatian. Associated Press melaporkan bahwa Hasan masih dapat mengajukan permohonan hukum ke pengadilan sipil yang berpotensi menunda pelaksanaan eksekusi. AP juga memuat perbedaan keterangan mengenai akses Hasan terhadap penasihat hukum saat pemberitahuan persetujuan eksekusi disampaikan.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, Pentagon belum mengumumkan rincian teknis mengenai siaran langsung maupun seluruh tata cara pelaksanaan eksekusi. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada penjelasan resmi militer dan kemungkinan langkah hukum yang ditempuh Hasan.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Reuters β US to livestream Army execution of Fort Hood shooter, Pentagon official says
[02]Associated Press β Pentagon says the firing squad execution of Fort Hood shooter Nidal Malik Hasan will be livestreamed
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar