Perusahaan AI China Unggah Lokasi Militer AS, Diduga Dimanfaatkan Iran

Iran Serang Balik, Data Pergerakan Militer AS Diduga Bocor dari AI China
Perusahaan teknologi asal China, MizarVision, menjadi sorotan setelah mengunggah citra satelit yang memperlihatkan lokasi dan pergerakan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah ke media sosial ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
42
588
PusakoNews.com, Jakarta - Sebuah perusahaan teknologi asal China, MizarVision, menjadi sorotan setelah mengunggah citra satelit yang memperlihatkan lokasi dan pergerakan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah ke media sosial. Informasi tersebut diduga berpotensi dimanfaatkan oleh Iran dalam rangkaian serangan balasan terhadap pasukan AS.

Perusahaan yang berbasis di Shanghai itu menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis citra satelit komersial dan melacak berbagai aset militer, termasuk kapal induk, pesawat tempur, hingga pangkalan udara milik Amerika Serikat. Sejumlah foto yang diunggah menampilkan posisi pesawat tempur F-22, pesawat peringatan dini E-3 AWACS, serta aktivitas logistik di pangkalan udara Ovda di Israel dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.

Tak hanya itu, MizarVision juga mempublikasikan citra kapal induk USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln, serta aktivitas militer di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar yang kemudian menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran.

Dalam salah satu unggahannya, perusahaan tersebut mengklaim satelit mampu memantau pergerakan kapal induk AS secara berkelanjutan dan melacak pesawat patroli maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Laut AS di Laut Arab.

Belum ada bukti pasti bahwa data yang dipublikasikan MizarVision digunakan langsung oleh Iran dalam serangan militernya. Namun, kemunculan informasi sensitif di ruang publik menunjukkan semakin sulitnya menyembunyikan pergerakan aset militer di era satelit komersial dan teknologi AI.

Fenomena ini juga menegaskan perubahan lanskap intelijen global. Jika pada era Perang Dingin hanya negara besar yang memiliki kemampuan pengintaian dari orbit, kini citra satelit resolusi tinggi dapat diakses secara luas oleh perusahaan swasta, analis, hingga pemerintah di seluruh dunia hampir secara real-time.

Perkembangan tersebut menimbulkan tantangan baru bagi militer modern, yang harus menyesuaikan strategi dan taktik operasi di tengah meningkatnya kemampuan pemantauan berbasis satelit dan kecerdasan buatan.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait