PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali meski dunia menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem. Laporan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6).
Menurut Mentan, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, ditambah potensi standing crop sebesar 10–11 juta ton serta cadangan beras di masyarakat yang diperkirakan mencapai 12,5 juta ton. Dengan total ketersediaan tersebut, kebutuhan pangan nasional dipastikan mampu mencukupi hingga sekitar 10 bulan ke depan atau sampai memasuki panen raya Maret 2027, sehingga risiko dampak El Nino dapat dimitigasi.
Pemerintah juga terus memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan embung, irigasi perpompaan, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta percepatan program cetak sawah baru. Berbagai langkah tersebut berhasil meningkatkan indeks pertanaman di sejumlah wilayah dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen setiap tahun.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan guna meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka lapangan kerja baru.
Kementerian Pertanian bersama BUMN Pangan saat ini mengembangkan komoditas strategis seperti kakao, kopi, jambu mete, kelapa, dan tebu dengan total luasan sekitar 870 ribu hektare yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Papua. Tahun ini, dukungan pemerintah untuk sektor pertanian di Papua meningkat menjadi Rp3,2 triliun dalam bentuk bantuan alat dan mesin pertanian, pengembangan sawah, serta sarana produksi lainnya.
Pemerintah juga mempercepat pembangunan industri hilir berbasis komoditas perkebunan, termasuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa di Maluku Utara, Morowali, dan Indragiri Hilir sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai sektor perkebunan nasional.
Mentan Amran: Stok Pangan Nasional Aman, Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Hilirisasi Pertanian
"Mentan Amran Pastikan Stok Pangan Aman, Prabowo Percepat Hilirisasi untuk Petani"
Selain itu, Presiden meminta pemerintah memastikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali stabil setelah sempat mengalami penurunan. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan perusahaan sawit dan aparat penegak hukum untuk melindungi sekitar 15 juta petani plasma sawit beserta keluarganya. Saat ini harga TBS dilaporkan telah mendekati kondisi normal dan diperkirakan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.
Di sektor peternakan, pemerintah terus melakukan stabilisasi harga ayam dan telur melalui koordinasi dengan pelaku usaha serta Badan Gizi Nasional agar penyerapan produk peternak meningkat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara di sektor hortikultura, percepatan penanaman bawang putih terus dilakukan guna mengurangi ketergantungan impor.
Mentan Amran menegaskan Indonesia semakin berada di jalur menuju swasembada pangan. Sebagian besar dari 11 komoditas pangan strategis telah mencapai swasembada, bahkan beberapa telah diekspor. Pemerintah juga tidak lagi membuka izin impor beras medium, sementara stok beras nasional yang tinggi telah melampaui kapasitas penyimpanan Bulog, sekaligus menjadikan beras tidak lagi sebagai penyumbang utama inflasi dalam dua tahun terakhir.
[PusakoNews.com/red]





Komentar