PusakoNews.com, Jakarta Selatan - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi melepas pawai obor dalam rangka Festival Nyebrang Tahun 1 Muharram 1448 Hijriah di Taman Bendera Pusaka, Jalan Mahakam, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/6) malam. Kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Islam tersebut diikuti sekitar 500 warga dari berbagai kalangan.
Pelepasan pawai obor berlangsung meriah meskipun sebelumnya kawasan acara sempat diguyur hujan deras disertai petir. Kondisi cuaca yang sempat menimbulkan kekhawatiran tidak mengurangi antusiasme masyarakat maupun panitia dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Festival Muharram yang telah berlangsung selama dua hari.
Warga bersiap untuk melakukan pawai obor dalam Festival Muharram 1448 Hijriah
Dalam sambutannya, Rano Karno menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Malam ini merupakan hari kedua Festival Muharram yang kita selenggarakan di lokasi ini. Tadi sempat turun hujan deras dan petir yang membuat kami khawatir apakah acara dapat berlangsung dengan baik. Namun, alhamdulillah seluruh kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Festival Muharram 1448 Hijriah dalam rangka menyambut tahun baru Islam
Rano juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak terkait yang telah mempersiapkan kegiatan secara matang sehingga acara dapat terlaksana dengan tertib, aman, dan profesional.
Menurutnya, perayaan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum religius bagi masyarakat, tetapi juga merupakan bentuk rasa syukur sekaligus sarana memperkuat kebersamaan warga Jakarta. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki makna penting sebagai penyemangat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta yang akan digelar dalam waktu dekat.
Kegiatan berlangsung selama dua hari ini menghadirkan berbagai macam ornamen yang bisa dimanfaatkan warga untuk berfoto
Lebih lanjut, Rano menegaskan bahwa Jakarta tengah bersiap menyongsong tonggak sejarah penting pada 2027 mendatang, saat ibu kota memasuki usia lima abad.
“Jakarta akan merayakan usia ke-500 tahun pada 2027. Karena itu, berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan menuju perayaan besar tersebut,” katanya.
Selain ornamen warga juga dapat menyaksikan atraksi video mapping
Rano menjelaskan bahwa tradisi pawai obor dan penyelenggaraan panggung hiburan dalam menyambut Tahun Baru Islam telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Namun, dalam pelaksanaan kali ini, panitia memilih menggunakan obor elektrik sebagai bentuk penyesuaian yang lebih praktis sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan peserta.
Selain menjadi ajang perayaan keagamaan, Festival Muharram 1448 Hijriah juga dimanfaatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghidupkan ruang publik yang baru direvitalisasi. Taman Bendera Pusaka yang menjadi lokasi kegiatan diketahui telah selesai menjalani proses revitalisasi sekitar tiga bulan lalu.
Antusiasme warga bernyanyi bersama Hadad Alwi











Komentar