KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Gaethje Cetak Sejarah di Gedung Putih, Rebut Sabuk Kelas Ringan UFC; Gane Kuasai Gelar Interim Kelas Berat

"Justin Gaethje Guncang Dunia UFC, Hentikan Ilia Topuria dan Rebut Gelar Kelas Ringan"

Kejutan Terbesar UFC 2026! Gaethje Tumbangkan Topuria dalam Pertarungan Berdarah di Gedung Putih
Justin Gaethje, di sebelah kanan, melancarkan pukulan kanan keras sepanjang malam melawan Ilia Topuria dalam perjalanannya merebut gelar juara kelas ringan UFC dalam sebuah kejutan besar di UFC Freedom 250 di Gedung Putih
Justin Gaethje, di sebelah kanan, melancarkan pukulan kanan keras sepanjang malam melawan Ilia Topuria dalam perjalanannya merebut gelar juara kelas ringan UFC dalam sebuah kejutan besar di UFC Freedom 250 di Gedung Putih

Rangkuman Berita

  • Gaethje Akhiri Rekor Sempurna Topuria, Sabuk Juara Kelas Ringan Berpindah Tangan
  • UFC Freedom 250 Pecahkan Rekor, Gaethje dan Gane Jadi Sorotan Utama
  • Sean Strickland Dievakuasi, Gaethje Juara: Deretan Drama Besar UFC Freedom 25
Sesuaikan Ukuran Baca
553
KZB ArmyLook R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Washington - UFC Freedom 250 mencatat sejarah sebagai salah satu ajang paling spektakuler dalam perjalanan organisasi seni bela diri campuran terbesar dunia. Digelar di kompleks Gedung Putih dan disaksikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, acara bersejarah tersebut menghadirkan serangkaian pertarungan penuh drama yang berujung pada lahirnya juara baru, kemenangan besar di divisi kelas berat, serta insiden yang melibatkan salah satu petarung paling kontroversial UFC.

Gaethje Tumbangkan Topuria, Raih Gelar Kelas Ringan Tak Terbantahkan

Justin Gaethje akhirnya mewujudkan impian yang telah lama dikejarnya dengan merebut gelar juara kelas ringan UFC tak terbantahkan setelah memaksa Ilia Topuria menyerah pada akhir ronde keempat dalam pertarungan utama UFC Freedom 250.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah UFC sekaligus kandidat kuat Pertarungan Terbaik Tahun Ini. Ribuan penonton yang memadati arena utama serta puluhan ribu penggemar yang mengikuti acara dari kawasan The Ellipse menyambut kemenangan petarung Amerika Serikat itu dengan gegap gempita.

"Saya mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa saya akan kalah dan dipermalukan, agar saya bisa masuk ke zona nyaman dan mengeluarkan seluruh kemampuan saya," ujar Gaethje usai pertandingan. "Dia membuat saya menderita, menghancurkan hati saya, tetapi saya tetap bertahan."


Gaethje Cetak Sejarah di Gedung Putih, Rebut Sabuk Kelas Ringan UFC; Gane Kuasai Gelar Interim Kelas BeratIlia Topuria mengalami kerusakan parah di wajahnya selama pertarungan sengit dan kekalahannya dalam perebutan gelar melawan Justin Gaethje di UFC Freedom 250 di Gedung Putih. 


Pertarungan bersejarah yang berlangsung di halaman selatan Gedung Putih sempat mengalami penundaan selama 45 menit akibat cuaca buruk. Namun setelah kondisi memungkinkan, duel yang dinanti-nantikan tersebut berlangsung tanpa hambatan hingga menghasilkan salah satu kejutan terbesar dalam dunia MMA.

Topuria datang sebagai juara bertahan yang belum pernah kalah. Petarung berusia 29 tahun itu sebelumnya menorehkan kemenangan atas Alexander Volkanovski, Max Holloway, dan Charles Oliveira untuk menguasai gelar dunia di dua divisi berbeda. Ia juga berupaya menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia di dua kelas secara bersamaan.

Di sisi lain, Gaethje memperoleh kesempatan emas tersebut setelah mengalahkan Paddy Pimblett pada Januari lalu dan merebut sabuk interim kelas ringan untuk kedua kalinya. Sebelumnya ia gagal menjadi juara tak terbantahkan setelah kalah dari Khabib Nurmagomedov pada 2020 dan Charles Oliveira pada 2022.


Gaethje Cetak Sejarah di Gedung Putih, Rebut Sabuk Kelas Ringan UFC; Gane Kuasai Gelar Interim Kelas BeratJustin Gaethje, kanan, mengalahkan Ilia Topuria untuk memenangkan kejuaraan kelas ringan UFC di UFC Freedom 250.


Sejak ronde pertama, Gaethje tampil agresif dengan kombinasi jab dan uppercut yang konsisten. Pada ronde kedua, salah satu pukulannya menyebabkan kerusakan serius pada area mata Topuria. Meski demikian, sang juara bertahan tetap memberikan perlawanan sengit melalui serangan tubuh yang beberapa kali membuat Gaethje berada dalam tekanan.

Momentum berbalik pada ronde ketiga ketika Gaethje mulai mendominasi dengan rentetan uppercut dan pukulan kanan keras yang mengguncang keseimbangan Topuria. Wajah petarung berjuluk "El Matador" itu mengalami pembengkakan parah dan memar yang semakin memburuk seiring jalannya pertarungan.

Dokter pertandingan sempat mempertimbangkan penghentian laga setelah Topuria mengeluhkan gangguan penglihatan pada akhir ronde ketiga. Namun duel tetap dilanjutkan hingga ronde keempat, ketika kerusakan yang diterima Topuria semakin berat.

Akhirnya, tim sudut Topuria memutuskan menghentikan pertandingan demi keselamatan petarung mereka. Saat laga dihentikan, Gaethje unggul 39-37 pada seluruh kartu penilaian juri.

Menariknya, kedua petarung sama-sama mencatatkan 91 pukulan signifikan. Namun akumulasi kerusakan yang diberikan Gaethje menjadi faktor penentu kemenangan.

"Saya tahu saya harus melewati ronde pertama. Keahlian dia luar biasa saat masih segar, tetapi daya tahan, kegigihan, dan semangat saya akan membawa saya melewati ronde-ronde awal. Tidak ada yang bisa mengalahkan saya di ronde ketiga, apalagi ronde kejuaraan," kata Gaethje.


Gaethje Cetak Sejarah di Gedung Putih, Rebut Sabuk Kelas Ringan UFC; Gane Kuasai Gelar Interim Kelas BeratKerusakan parah di wajah Ilia Topuria selama pertarungan sengit dan kekalahannya dalam perebutan gelar melawan Justin Gaethje di UFC Freedom 250 di Gedung Putih.


Kemenangan tersebut juga mencatatkan rekor baru. Pada usia 37 tahun 212 hari, Gaethje menjadi petarung tertua yang berhasil memenangkan pertarungan perebutan gelar di kelas 155 pound atau lebih ringan. Meski sempat dikabarkan mempertimbangkan pensiun, ia memilih menunda keputusan tersebut.

"Saya baru saja berjanji kepada ibu saya bahwa saya tidak akan membuat keputusan apa pun malam ini," ujarnya.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Gane Hancurkan Pereira dan Rebut Gelar Interim Kelas Berat

Ciryl Gane, di sebelah kiri, mengangkat tangannya sebagai tanda kemenangan setelah mengalahkan Alex Pereira untuk merebut gelar juara kelas berat interim UFC di UFC Freedom 250 di Gedung Putih.
Ciryl Gane, di sebelah kiri, mengangkat tangannya sebagai tanda kemenangan setelah mengalahkan Alex Pereira untuk merebut gelar juara kelas berat interim UFC di UFC Freedom 250 di Gedung Putih.

Pada laga pendukung utama, Ciryl Gane kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu petarung kelas berat terbaik dunia setelah merebut gelar interim kelas berat UFC untuk kedua kalinya dalam kariernya.

Petarung asal Prancis itu menghentikan langkah Alex Pereira melalui TKO pada menit 1:27 ronde kedua. Kemenangan diraih setelah Gane menjatuhkan Pereira dengan jab keras di tengah oktagon sebelum melancarkan kombinasi siku dan pukulan beruntun tanpa balasan.

Meski Pereira sempat berusaha bangkit, wasit akhirnya menghentikan pertarungan ketika mantan juara dua divisi tersebut kembali terjatuh di dekat pagar arena.

"Saya sangat bangga pada diri saya sendiri dan tim saya. Kami tahu ini bisa dilakukan," ujar Gane.

Penampilan tersebut menjadi pernyataan penting bagi Gane, yang kini telah menghadapi sejumlah nama besar di divisi kelas berat seperti Francis Ngannou, Jon Jones, Tom Aspinall, dan Alex Pereira.

Sementara itu, Pereira datang dengan ambisi mencetak sejarah sebagai petarung pertama UFC yang meraih gelar juara di tiga kelas berbeda. Setelah melepaskan sabuk kelas berat ringan pada Februari lalu, ia memutuskan naik ke kelas berat demi mengejar pencapaian tersebut.

Namun langkah beraninya harus berakhir dengan kekalahan.

"Inilah risiko yang harus diambil. Jika saya tidak mengambil risiko dalam setiap pertarungan, saya tidak akan berada di posisi saya sekarang," kata Pereira melalui penerjemah.

Sepanjang pertandingan, Gane tampil tenang dan disiplin. Ia mengontrol tempo dengan tendangan ke kaki serta tubuh lawan sebelum akhirnya menemukan celah untuk menyelesaikan pertarungan pada ronde kedua.

Meski berhasil merebut sabuk interim, Gane masih harus menunggu kepastian mengenai masa depan juara kelas berat tak terbantahkan, Tom Aspinall.

Aspinall saat ini masih menjalani pemulihan pascaoperasi mata setelah mengalami cedera akibat tusukan mata tidak disengaja dalam pertarungan melawan Gane di Abu Dhabi tahun lalu. Situasi kontrak sang juara juga masih menjadi bahan pembahasan.

"Kita lihat nanti. Saat ini saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Mari adakan pertarungan berikutnya di Paris pada bulan September," kata Gane.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Sean Strickland Dievakuasi dari Fan Fest UFC Freedom 250

Juara kelas menengah UFC, Sean Strickland, dikawal keluar dari Freedom 250 Fan Fest pada Minggu malam demi "keselamatan dirinya dan publik," menurut pihak berwenang
Juara kelas menengah UFC, Sean Strickland, dikawal keluar dari Freedom 250 Fan Fest pada Minggu malam demi "keselamatan dirinya dan publik," menurut pihak berwenang

Di luar arena pertandingan, UFC Freedom 250 juga diwarnai insiden yang melibatkan juara kelas menengah UFC, Sean Strickland.

Meski tidak bertanding dalam ajang tersebut, Strickland menghadiri berbagai kegiatan sepanjang pekan acara. Namun kunjungannya ke festival penggemar UFC di kawasan The Ellipse berakhir lebih cepat setelah aparat keamanan memutuskan mengevakuasinya dari lokasi.

Menurut keterangan Kepolisian Taman Nasional Amerika Serikat, kehadiran Strickland secara mendadak menarik perhatian besar para pengunjung dan menyebabkan kerumunan yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan.

"Kehadiran Sean Strickland yang tidak direncanakan menarik perhatian signifikan dari para pengunjung sehingga menimbulkan situasi yang tidak terkendali," demikian pernyataan resmi pihak kepolisian.

Demi menjaga keselamatan Strickland maupun para pengunjung, petugas dari US Marshals Service, Kepolisian Taman Nasional Amerika Serikat, dan sejumlah lembaga keamanan lainnya mengawalnya keluar dari area festival.

Seorang penggemar bernama Jaclyn Cruz yang hadir di lokasi mengaku sempat melihat Strickland sebelum akhirnya dievakuasi petugas.

"Setelah melihat kejadian itu saya gemetar. Rasanya seperti sedang berada di dalam mimpi," ujarnya.

Strickland kemudian mengunggah pesan melalui akun Instagram pribadinya untuk berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan yang diberikan sepanjang pekan acara. Ia juga sempat mengira dirinya mendapat sanksi akibat dugaan perilaku tidak tertib.

Namun pihak kepolisian menegaskan bahwa Strickland tidak ditangkap maupun dikenai sanksi apa pun.

"Strickland tidak dikenai sanksi atau ditangkap terkait insiden tersebut. Ia hanya disarankan untuk tidak kembali ke lokasi demi keselamatan dirinya sendiri dan keselamatan publik," tulis kepolisian.

Petarung asal Amerika Serikat itu kemudian diantar kembali ke hotelnya tanpa insiden lanjutan.

Space Available R5 Grafiti

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

UFC Freedom 250 Catat Sejarah Baru

UFC Freedom 250 Catat Sejarah Baru

UFC Freedom 250 tidak hanya dikenang karena kemenangan mengejutkan Justin Gaethje dan keberhasilan Ciryl Gane merebut sabuk interim kelas berat. Ajang ini juga mencatat sejarah sebagai acara UFC pertama di mana seluruh pertarungan dalam kartu utama berakhir melalui KO atau TKO.

Dengan latar Gedung Putih yang ikonik, atmosfer luar biasa dari puluhan ribu penggemar, serta sejumlah momen bersejarah di dalam dan luar oktagon, UFC Freedom 250 dipastikan akan menjadi salah satu perhelatan paling dikenang dalam sejarah olahraga seni bela diri campuran dunia.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Kediri R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Palembang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews