"Prabowo dan Jusuf Kalla Sepakat Percepat Energi Hijau, Investasi Capai Rp70 Triliun"
Pertemuan Prabowo-JK Hasilkan Terobosan Besar, Proyek Energi Hijau 2.000 MW Siap Dibangun
Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026
Rangkuman Berita
Prabowo Dukung Penuh Pengembangan Energi Hijau, JK Siapkan Investasi Raksasa
Ketahanan Energi Jadi Prioritas, Prabowo dan JK Bahas Proyek Strategis Nasional
Target Ekonomi 8 Persen, Prabowo Dorong Pembangunan Energi Hijau Skala Besar
Sesuaikan Ukuran Baca
623
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, yang didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Usai pertemuan, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa diskusi bersama Presiden Prabowo berfokus pada peningkatan kapasitas energi nasional yang dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
Menurut Jusuf Kalla, kebutuhan energi nasional diproyeksikan terus meningkat seiring dengan ambisi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penguatan sektor energi, khususnya energi ramah lingkungan, dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik bagi dunia usaha, sektor industri, dan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menyampaikan kesiapan pihaknya untuk memperluas pembangunan infrastruktur kelistrikan. Setelah berhasil membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1.500 megawatt, pihaknya kini menyiapkan pengembangan tambahan sebesar 2.000 megawatt. Pengembangan tersebut tidak hanya mencakup PLTA, tetapi juga pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) guna memperkuat sistem energi nasional.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026
Jusuf Kalla menegaskan bahwa ketersediaan energi merupakan salah satu fondasi utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, tanpa dukungan energi yang memadai, upaya meningkatkan produktivitas nasional dan memperluas aktivitas ekonomi akan menghadapi berbagai kendala.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5 hingga 8 persen membutuhkan tambahan pasokan energi dalam jumlah besar. Karena itu, pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau atau green energy, harus menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhan listrik dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Presiden Prabowo, kata Jusuf Kalla, menyambut positif rencana percepatan pembangunan sektor energi tersebut. Dukungan pemerintah diharapkan dapat mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang telah disiapkan guna memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla juga mengungkapkan bahwa proyek pengembangan energi yang dibahas diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun. Seluruh rancangan proyek, termasuk lokasi pembangunan, disebut telah tersedia sehingga tahapan berikutnya akan difokuskan pada pembahasan teknis dan mekanisme pelaksanaan investasi.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menurutnya, kesiapan desain dan lokasi proyek menjadi modal penting untuk mempercepat proses realisasi pembangunan. Dengan dukungan pemerintah dan kepastian investasi, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat segera memasuki tahap pelaksanaan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas energi nasional.
Selain membahas agenda ketahanan energi, pertemuan Presiden Prabowo dan Jusuf Kalla juga menjadi ajang bertukar pandangan mengenai sejumlah isu internasional yang berkembang. Keduanya membahas situasi perdamaian di kawasan Thailand Selatan serta perkembangan geopolitik yang terjadi di Pakistan dan Afghanistan.
Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui pengembangan sektor energi yang berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan ekonomi global, percepatan pembangunan energi hijau dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi, mendukung industrialisasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar