"Prabowo Tegaskan MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Tapi Investasi Masa Depan Bangsa"
Presiden Prabowo Targetkan 85 Juta Penerima MBG, Ekonomi Desa Diprediksi Meledak
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 3 Juni 2026
Rangkuman Berita
Hadiri Acara MBG di Bogor, Prabowo Soroti Ancaman Gizi Buruk Anak Indonesia
Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Bisa Ciptakan 3 Juta Lapangan Kerja
MBG Jadi Senjata Prabowo Bangun Generasi Emas 2045 dan Bangkitkan Desa
Prabowo Tegas: Tidak Ada Ampun bagi Penyalahgunaan Dana Program MBG
Program MBG Prabowo Diyakini Ubah Nasib Anak Indonesia dan Hidupkan Ekonomi Desa
Sesuaikan Ukuran Baca
591
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Kabupaten Bogor - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri kegiatan “Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition” yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri sebanyak 12.173 peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari seluruh Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), hingga para mitra pelaksana Program MBG.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh unsur pelaksana program yang selama ini bekerja di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan memiliki tantangan geografis yang berat. Menurut Presiden, dedikasi para pelaksana menjadi fondasi utama keberhasilan program strategis nasional tersebut.
“Terima kasih atas pengabdian saudara-saudara di tempat-tempat yang jauh dan sulit. Terima kasih atas dedikasi, kesetiaan, dan pengabdian kalian kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, dalam laporannya menjelaskan bahwa peserta yang hadir merupakan unsur pelaksana Program MBG dari tingkat pusat hingga daerah yang berasal dari seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke.
Ia menyebutkan, sebanyak 20 Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama para koordinator regional SPPG dari seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, ribuan mitra pelaksana juga hadir untuk memperkuat sinergi dan koordinasi pelaksanaan program.
“Peserta yang hadir berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta diikuti ribuan mitra yang mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Nanik.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi besar negara untuk masa depan generasi Indonesia. Presiden menjelaskan bahwa masih banyak anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan belum mendapatkan asupan gizi yang memadai.
“Makan bergizi gratis ini konsepnya sederhana. Kenyataannya masih banyak anak-anak kita yang berangkat sekolah tanpa makan pagi, bahkan jarang menikmati makanan bergizi di rumahnya,” kata Presiden.
Presiden mengungkapkan bahwa persoalan kekurangan gizi masih menjadi tantangan serius di sejumlah daerah. Kondisi tersebut, menurut Presiden, berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan otak, otot, dan tulang, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas sumber daya manusia nasional.
“Ada daerah-daerah dengan angka kekurangan gizi yang mendekati 30 persen. Dampaknya adalah stunting dan perkembangan anak yang tidak optimal,” tegas Presiden.
Kepala Negara menilai kekurangan gizi bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga ancaman terhadap masa depan pendidikan dan produktivitas generasi muda Indonesia. Presiden menuturkan bahwa anak-anak yang mengalami kekurangan gizi berisiko tidak mampu berkembang sesuai potensinya dan menghadapi keterbatasan dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, Presiden menekankan bahwa keberadaan Badan Gizi Nasional dan Program MBG memiliki peran sangat strategis dalam memperkuat kualitas generasi penerus bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Presiden juga meyakini bahwa keberhasilan Program MBG akan membawa dampak ekonomi yang besar hingga ke tingkat desa. Operasional dapur-dapur MBG diproyeksikan mampu menyerap hasil produksi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal sehingga roda ekonomi desa dapat bergerak lebih kuat.
“Kalau dapur-dapur berjalan baik, ekonomi desa akan hidup. Petani mendapat kepastian pasar, hasil produksinya terserap, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Presiden.
Menurut Presiden Prabowo, apabila program berjalan optimal, Program MBG berpotensi menjangkau 83 hingga 85 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan dukungan sekitar 30 ribu dapur operasional. Program tersebut juga diperkirakan mampu menciptakan hingga tiga juta lapangan kerja, baik formal maupun dalam sektor ekonomi pedesaan.
“Kalau program ini mencapai puncaknya, kita bisa menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru dan memperkuat perputaran ekonomi di desa-desa,” ungkap Presiden.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga memberikan penekanan kuat terkait pentingnya integritas, disiplin, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program MBG. Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk penyimpangan maupun penyalahgunaan amanah rakyat.
Presiden mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima sejumlah laporan terkait adanya kekurangan dan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program. Oleh sebab itu, pemerintah mengambil langkah evaluasi dan penguatan tata kelola agar program berjalan tepat sasaran.
“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Tidak ada pengecualian bagi siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat,” tegas Presiden.
Presiden juga mengingatkan pentingnya kualitas kepemimpinan dalam menentukan keberhasilan organisasi dan program negara. Menurut Presiden, para lulusan SPPI dan pengelola dapur MBG merupakan garda terdepan yang telah dipersiapkan secara khusus untuk mengemban tugas besar dalam membangun masa depan bangsa.
“Kalian telah dididik dan dipersiapkan untuk memimpin dapur-dapur MBG dengan semangat pengabdian, cinta tanah air, dan loyalitas kepada rakyat,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo turut mengenang pesan almarhum ayahandanya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkan agar setiap keputusan negara berpihak kepada rakyat.
“Kalau suatu saat dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” tutur Presiden mengenang pesan sang ayah.
Presiden pun meminta seluruh unsur pelaksana program untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan Program MBG berjalan secara efektif, bersih, dan berkelanjutan demi kepentingan generasi penerus bangsa.
“Makan bergizi ini adalah pekerjaan mulia. Program ini harus berhasil demi masa depan rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta para kepala lembaga negara.
Pertemuan akbar tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi nasional, menyatukan langkah seluruh pelaksana Program MBG, serta memastikan program berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dengan dukungan lebih dari 12 ribu penggerak yang hadir, pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan strategi besar pembangunan manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi berkualitas demi mewujudkan generasi yang sehat, kuat, unggul, dan berdaya saing global. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar