"Presiden Prabowo Tegaskan Ekonomi Pancasila Berpihak pada Rakyat dan UMKM"
Prabowo: Koperasi dan Desa Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanatnya pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026
Rangkuman Berita
Pidato Hari Lahir Pancasila, Prabowo Soroti Ekonomi Kerakyatan dan Pemerataan
Prabowo Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Harus Dinikmati Seluruh Rakyat
Ekonomi Pancasila Jadi Fokus Prabowo, Koperasi dan UMKM Diperkuat
Sesuaikan Ukuran Baca
552
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk membangun perekonomian nasional yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila, dengan menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan nasional. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa sistem ekonomi Indonesia sejak awal telah dirancang oleh para pendiri bangsa sebagai ekonomi yang bersifat egaliter, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Prinsip tersebut, kata Presiden, tertuang secara tegas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Menurut Presiden, fondasi ekonomi nasional disusun berdasarkan semangat kebersamaan dan asas kekeluargaan sebagaimana dicita-citakan oleh para tokoh pendiri bangsa, termasuk Bung Karno, Bung Hatta, dan Sutan Sjahrir. Karena itu, pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan semata, melainkan harus mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.
“Perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Inilah dasar ekonomi Pancasila yang harus terus kita jaga dan jalankan,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menyoroti pentingnya penguatan sektor koperasi sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Kepala Negara, koperasi memiliki peran vital dalam mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan ekonomi.
Karena itu, pemerintah akan terus mendorong kebangkitan koperasi di berbagai sektor agar mampu menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Selain koperasi, Presiden turut menekankan pentingnya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa agar pemerataan kesejahteraan dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah.
“Rakyat harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali menekankan bahwa tujuan akhir dari ekonomi Pancasila adalah terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi nasional harus berjalan seiring dengan pemerataan pembangunan agar hasil kemajuan bangsa dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Presiden menilai bahwa kemajuan Indonesia tidak akan memiliki makna apabila hanya dinikmati oleh sebagian kelompok saja. Karena itu, pemerintah akan terus memastikan setiap kebijakan ekonomi berpihak kepada kepentingan rakyat luas serta memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
“Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan. Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tandas Presiden.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Presiden Prabowo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga semangat gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial dalam membangun Indonesia yang maju, kuat, dan sejahtera.
Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai jalan utama menuju kemakmuran nasional, sekaligus memastikan cita-cita para pendiri bangsa tentang kesejahteraan sosial dapat diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat.
Dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Presiden optimistis Indonesia mampu membangun sistem ekonomi nasional yang berdaulat, inklusif, dan berkeadilan, sehingga seluruh rakyat dapat merasakan manfaat pembangunan tanpa terkecuali. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar