KZB ArmyLook R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Keluarga Besar Mahkamah Konstitusi Rayakan Iduladha 1447 H, Teguhkan Integritas Sosial dan Nilai Ketakwaan

Idul Adha

"Gema Takbir di Mahkamah Konstitusi, Iduladha Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial"

Ketua MK Suhartoyo: Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Wujud Ketakwaan
Iduladha 1447 H di MK, Suhartoyo Tekankan Ketakwaan dan Integritas Sosial
Iduladha 1447 H di MK, Suhartoyo Tekankan Ketakwaan dan Integritas Sosial

Rangkuman Berita

  • Khutbah Iduladha di MK Soroti Krisis Integritas Sosial dan Bahaya Korupsi
  • Mahkamah Konstitusi Gelar Salat Id dan Kurban Bersama, Pesan Moral Jadi Sorotan
  • Iduladha di MK Berlangsung Khidmat, Ustadz Deden Ingatkan Pentingnya Amanah
Sesuaikan Ukuran Baca
513
Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti lingkungan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dalam peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang digelar pada Rabu (27/5/2026). Gema takbir berkumandang memenuhi Aula Gedung I Mahkamah Konstitusi saat para hakim konstitusi bersama pegawai melaksanakan Salat Iduladha berjamaah sebagai bentuk syukur sekaligus momentum memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial.

Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustadz Deden Misbahudin Muayyad yang juga menyampaikan khutbah bertema “Qurban Sebagai Manifestasi Integritas Sosial”. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan simbol ketakwaan, pengorbanan, keikhlasan, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengawali khutbahnya, Ustadz Deden mengingatkan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi, “Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Menurutnya, Hari Raya Iduladha dan hari-hari tasyrik menjadi momentum mulia bagi umat Islam untuk meneguhkan ketakwaan sekaligus membangun integritas sosial di tengah kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa nilai utama dari kurban bukan terletak pada daging ataupun darah hewan yang disembelih, melainkan pada kualitas ketakwaan dan ketulusan hati.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Hajj ayat 37 yang menyatakan bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah SWT, tetapi ketakwaanlah yang diterima oleh-Nya. Ayat tersebut, kata Ustadz Deden, menegaskan bahwa esensi kurban adalah pembentukan moral, kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa integritas sosial merupakan keselarasan antara iman, ucapan, dan tindakan dalam kehidupan bermasyarakat. Individu yang memiliki integritas sosial tidak hanya baik secara personal, tetapi juga mampu menghadirkan rasa aman, keadilan, dan kemanfaatan bagi lingkungan sekitarnya.

ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Dalam khutbahnya, Ustadz Deden turut mengutip pandangan Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin yang menekankan bahwa inti agama tidak hanya terletak pada ritual ibadah, melainkan juga pada penyucian akhlak dan tanggung jawab sosial. Imam Ghazali menyebut manusia terbaik adalah mereka yang menjaga amanah, menjauhi kezaliman, menolong sesama, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini banyak dipicu oleh hilangnya nilai amanah dan melemahnya integritas sosial. Fenomena korupsi, manipulasi, ketidakadilan, hingga perpecahan sosial menjadi bukti nyata lunturnya kejujuran dan kepedulian di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, Iduladha harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri sekaligus membangun masyarakat yang lebih berintegritas,” ujar Ustadz Deden dalam khutbahnya.

Usai pelaksanaan Salat Id, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dan penyembelihan hewan kurban. Ketua Mahkamah Konstitusi Suhartoyo secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada panitia pelaksana. Penyerahan tersebut turut didampingi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra bersama tujuh hakim konstitusi lainnya.

Dalam sambutannya, Suhartoyo menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi tahun kedua Mahkamah Konstitusi menyelenggarakan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban secara bersama-sama, baik di lingkungan Mahkamah Konstitusi Jakarta maupun di Kompleks Perumahan Pegawai Mahkamah Konstitusi di Bekasi, Jawa Barat.

Ia menilai pelaksanaan kurban tidak hanya membawa keberkahan, tetapi juga menjadi bentuk nyata manifestasi ketakwaan kepada Allah SWT. Suhartoyo juga mengapresiasi seluruh pegawai dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Iduladha tahun ini.

Menurutnya, momentum Hari Raya Iduladha diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan seluruh keluarga besar Mahkamah Konstitusi.

“Kami berharap Iduladha ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Suhartoyo.

Perayaan Iduladha 1447 H di lingkungan Mahkamah Konstitusi berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan. Selain menjadi sarana memperkuat nilai religius, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen Mahkamah Konstitusi dalam menanamkan nilai integritas, amanah, dan solidaritas sosial dalam kehidupan institusi maupun masyarakat luas.
[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Excellent Aromatica R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews