"Idul Adha 2026 Menggema di Dunia, 1,7 Juta Jamaah Padati Tanah Suci"
Haru Idul Adha di Tengah Konflik, Warga Gaza Salat di Reruntuhan Masjid
Para peziarah Muslim meninggalkan Mina, dekat kota suci Mekah, Arab Saudi, setelah melempar kerikil ke pilar-pilar sebagai simbol pelemparan batu ke setan, ritual terakhir ibadah haji tahunan.
Rangkuman Berita
Momen Menggetarkan! Umat Muslim Sedunia Rayakan Idul Adha di Tengah Krisis Global
Dari Makkah hingga Gaza, Idul Adha 1447 H Jadi Simbol Keteguhan Umat Muslim
Idul Adha 2026: Tangis, Doa, dan Pengorbanan Menggema di Berbagai Negara
Sesuaikan Ukuran Baca
1114
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Umat Muslim di berbagai penjuru dunia mulai merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh khidmat dan rasa syukur. Perayaan yang dikenal sebagai Hari Raya Kurban tersebut jatuh pada 10 Dzulhijjah, sekaligus menandai puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Arab Saudi.
Tahun ini, lebih dari 1,7 juta jamaah dari berbagai negara memadati Kota Suci Makkah dan sekitarnya untuk menunaikan rangkaian ibadah haji, sebuah perjalanan spiritual yang menjadi impian jutaan Muslim di seluruh dunia. Jumlah tersebut mengalami sedikit peningkatan dibandingkan musim haji tahun sebelumnya, meski kawasan Timur Tengah masih dibayangi ketegangan geopolitik akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Suasana haru dan penuh kekhusyukan terlihat di berbagai lokasi suci. Pada Selasa waktu setempat, para jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, salah satu rukun utama haji. Tempat tersebut diyakini sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah terakhirnya kepada umat Islam.
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Arafah, para jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam di area terbuka sambil mengumpulkan kerikil yang akan digunakan dalam ritual lempar jumrah di Mina. Ritual tersebut melambangkan penolakan terhadap godaan setan dan menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual ibadah haji.
Usai melempar jumrah di Mina, jamaah kembali ke Masjidil Haram di Makkah untuk melaksanakan tawaf perpisahan mengelilingi Ka’bah, bangunan suci berbentuk kubus yang menjadi kiblat umat Islam saat menunaikan salat.
Idul Adha sendiri merupakan momentum penting yang memperingati kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk kepatuhan total kepada Allah SWT. Dalam keyakinan Islam, pengorbanan tersebut kemudian digantikan Allah dengan seekor domba jantan.
Makna pengorbanan itu terus diwariskan melalui tradisi penyembelihan hewan kurban seperti kambing, domba, maupun sapi. Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, hingga masyarakat yang membutuhkan sebagai simbol solidaritas sosial, kepedulian, dan persaudaraan umat manusia.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Para jamaah Muslim berkumpul untuk salat Idul Adha di samping Kubah Emas di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem
Di berbagai negara, umat Muslim merayakan Idul Adha dengan cara yang berbeda namun tetap sarat makna spiritual. Di Yerusalem, ribuan jamaah memadati kompleks Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat Idul Adha di dekat Kubah Batu, salah satu situs suci terpenting dalam sejarah Islam.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di samping reruntuhan masjid yang hancur akibat bombardir Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan
Sementara itu di Gaza, perayaan Idul Adha berlangsung dalam suasana penuh keterbatasan akibat konflik berkepanjangan dan serangan militer yang menghancurkan banyak kawasan permukiman. Ribuan keluarga Palestina terpaksa menjalani hari raya di tenda-tenda pengungsian dan tempat penampungan darurat dengan kondisi minim makanan, pakaian layak, maupun akses kebutuhan pokok lainnya.
Meski berada dalam situasi sulit, warga Palestina tetap melaksanakan salat Idul Adha di tengah reruntuhan bangunan dan masjid yang rusak akibat bombardir. Di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan, warga terlihat menunaikan salat di dekat puing-puing masjid yang hancur sebagai simbol keteguhan iman di tengah penderitaan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Para jamaah Muslim melaksanakan salat Idul Adha di masjid Al-Sayyid Abdul Rahman al-Mahdi yang rusak akibat perang di Khartoum, Sudan.
Nuansa religius yang sama juga tampak di Sudan. Di ibu kota Khartoum, umat Muslim menggelar salat Idul Adha di Masjid Al-Sayyid Abdul Rahman al-Mahdi yang mengalami kerusakan akibat perang saudara yang masih berlangsung di negara tersebut.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Di Rusia, ribuan jamaah memadati area sekitar Masjid Katedral Moskow untuk melaksanakan salat Idul Adha berjamaah. Pemandangan serupa juga terlihat di Nigeria, ketika umat Muslim menggelar salat di lapangan terbuka di wilayah Minna.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Di Pakistan, suasana hari raya semakin semarak dengan tradisi budaya lokal. Seorang perempuan tampak menghiasi tangannya menggunakan henna tradisional saat menghadiri salat Idul Adha di Masjid Badshahi, Lahore, yang merupakan salah satu masjid bersejarah terbesar di Asia Selatan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Di Indonesia, umat Muslim melaksanakan salat Idul Adha sejak pagi hari di berbagai masjid dan ruang terbuka. Di Jakarta, jamaah perempuan terlihat menunaikan salat subuh dan salat Idul Adha di jalanan yang telah dipersiapkan sebagai lokasi ibadah bersama.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Perayaan juga berlangsung hangat di Lebanon, ketika masyarakat berkumpul bersama keluarga usai melaksanakan salat di luar Masjid Mohammad Al-Amin di Beirut. Momentum Idul Adha menjadi ajang mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Di Kenya, aktivitas perdagangan hewan kurban meningkat menjelang Idul Adha. Di Pasar Kiamaiko, Nairobi, para pedagang dan pembeli memenuhi area pasar untuk memilih kambing yang akan dijadikan hewan kurban.
Sementara di Irak, umat Muslim Syiah berkumpul di makam Imam Ali di Najaf untuk melaksanakan salat Idul Adha secara berjamaah. Ribuan jamaah memadati kawasan tersebut dalam suasana aman dan penuh kekhidmatan.
Di Yaman, seorang anak laki-laki mengenakan pakaian tradisional tampak berdiri di tengah kerumunan warga yang menunggu pelaksanaan salat Idul Adha di Lapangan Kebebasan, Taiz.
Potret tersebut menggambarkan bagaimana tradisi dan nilai religius tetap hidup di tengah kondisi negara yang masih dilanda konflik berkepanjangan.
Perayaan Idul Adha tahun ini kembali menegaskan bahwa hari raya kurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol universal tentang ketulusan, pengorbanan, kepedulian sosial, dan persatuan umat manusia. Di tengah perang, krisis kemanusiaan, hingga ketidakpastian global, semangat berbagi dan solidaritas tetap menjadi pesan utama yang menggema dari berbagai belahan dunia. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar