PusakoNews.com, Jakarta - Momentum peringatan Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi refleksi penting mengenai arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menempatkan nilai kemanusiaan, empati sosial, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi bangsa.
Pesan tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Salat Iduladha yang digelar di halaman kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (27/5), dan diikuti ratusan jamaah dari unsur pegawai, masyarakat, serta pemangku kepentingan pendidikan. Dalam khutbahnya, Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Biyanto, menegaskan bahwa esensi ibadah haji dan kurban mengandung nilai luhur tentang kesetaraan manusia, solidaritas sosial, serta penghormatan terhadap martabat sesama.
Menurutnya, seluruh manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan tanpa dibedakan oleh jabatan, kekayaan, latar belakang sosial, warna kulit, maupun asal-usul. Ia menekankan bahwa ukuran kemuliaan manusia terletak pada ketakwaan dan akhlak yang dimiliki. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus menjadi pondasi dalam sistem pendidikan nasional.
Biyanto menjelaskan, rangkaian ibadah haji mengajarkan tentang persamaan derajat manusia melalui simbol penggunaan pakaian ihram yang sama bagi seluruh jamaah. Dalam kondisi tersebut, setiap individu meninggalkan atribut duniawi dan status sosial yang melekat. Nilai kesederhanaan dan persaudaraan universal tersebut dinilai sangat relevan dengan semangat transformasi pendidikan Indonesia yang saat ini menitikberatkan pada penguatan karakter, budaya belajar, dan pembangunan manusia seutuhnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh kehilangan dimensi kemanusiaan. Sekolah dan lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan setara bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, maupun kondisi fisik. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, dihargai potensinya, serta diberi kesempatan berkembang secara optimal sesuai kapasitasnya masing-masing.
Lebih lanjut, Biyanto menyampaikan bahwa semangat kesetaraan dalam Iduladha juga harus diwujudkan melalui pembentukan karakter peserta didik yang toleran, inklusif, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pendidikan, lanjutnya, tidak semata menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan akhlak, kepedulian sosial, dan karakter kebangsaan.
- Pesan Iduladha dari Kemendikdasmen: Sekolah Harus Bentuk Generasi Peduli Sesama
- Biyanto: Pendidikan Harus Melahirkan Manusia Berakhlak dan Berempati
- Iduladha 2026, Kemendikdasmen Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter dan Kepedulian Sosial







Komentar