Space Available Bangka Belitung R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Iduladha Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Berbasis Nilai Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial

Idul Adha

"Iduladha 1447 H Jadi Momentum Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Berbasis Kemanusiaan"

Kemendikdasmen Tegaskan Pendidikan Tak Hanya Soal Nilai Akademik di Momentum Iduladha
Pelaksanaan Salat Iduladha di halaman kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (27/5).
Pelaksanaan Salat Iduladha di halaman kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (27/5).

Rangkuman Berita

  • Pesan Iduladha dari Kemendikdasmen: Sekolah Harus Bentuk Generasi Peduli Sesama
  • Biyanto: Pendidikan Harus Melahirkan Manusia Berakhlak dan Berempati
  • Iduladha 2026, Kemendikdasmen Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter dan Kepedulian Sosial
Sesuaikan Ukuran Baca
570
Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Momentum peringatan Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi refleksi penting mengenai arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menempatkan nilai kemanusiaan, empati sosial, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Salat Iduladha yang digelar di halaman kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (27/5), dan diikuti ratusan jamaah dari unsur pegawai, masyarakat, serta pemangku kepentingan pendidikan. Dalam khutbahnya, Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Biyanto, menegaskan bahwa esensi ibadah haji dan kurban mengandung nilai luhur tentang kesetaraan manusia, solidaritas sosial, serta penghormatan terhadap martabat sesama.

Menurutnya, seluruh manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan tanpa dibedakan oleh jabatan, kekayaan, latar belakang sosial, warna kulit, maupun asal-usul. Ia menekankan bahwa ukuran kemuliaan manusia terletak pada ketakwaan dan akhlak yang dimiliki. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus menjadi pondasi dalam sistem pendidikan nasional.

Biyanto menjelaskan, rangkaian ibadah haji mengajarkan tentang persamaan derajat manusia melalui simbol penggunaan pakaian ihram yang sama bagi seluruh jamaah. Dalam kondisi tersebut, setiap individu meninggalkan atribut duniawi dan status sosial yang melekat. Nilai kesederhanaan dan persaudaraan universal tersebut dinilai sangat relevan dengan semangat transformasi pendidikan Indonesia yang saat ini menitikberatkan pada penguatan karakter, budaya belajar, dan pembangunan manusia seutuhnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh kehilangan dimensi kemanusiaan. Sekolah dan lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan setara bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, maupun kondisi fisik. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, dihargai potensinya, serta diberi kesempatan berkembang secara optimal sesuai kapasitasnya masing-masing.

Lebih lanjut, Biyanto menyampaikan bahwa semangat kesetaraan dalam Iduladha juga harus diwujudkan melalui pembentukan karakter peserta didik yang toleran, inklusif, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Pendidikan, lanjutnya, tidak semata menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan akhlak, kepedulian sosial, dan karakter kebangsaan.

Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Bertindak sebagai Khotib Salat Idul Adha Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Biyanto
Bertindak sebagai Khotib Salat Idul Adha Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga, Biyanto

Dalam khutbahnya, ia turut menyinggung keteladanan Nabi Ibrahim AS beserta keluarga sebagai simbol keteguhan moral, keikhlasan, dan keberanian memegang prinsip kebenaran. Kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS dinilai mengandung pelajaran penting tentang pengorbanan, kesabaran, ketangguhan, serta kepatuhan terhadap nilai-nilai luhur yang tetap relevan dalam kehidupan modern, termasuk dalam dunia pendidikan.

Biyanto menilai semangat Iduladha perlu diterjemahkan dalam kehidupan sosial sehari-hari melalui penguatan budaya gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, ibadah kurban tidak berhenti pada ritual penyembelihan hewan semata, melainkan juga menjadi simbol hadirnya keberpihakan sosial dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan.

Momentum Iduladha di lingkungan Kemendikdasmen tahun ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan nasional tidak hanya dibangun melalui peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga melalui penguatan nilai kemanusiaan, keteladanan, serta semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menekankan pentingnya menjadikan Iduladha sebagai penyemangat dalam meningkatkan kepedulian sosial, khususnya bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, pemerataan kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh.

Mariman menyampaikan bahwa nilai berbagi dan gotong royong yang terkandung dalam Iduladha sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung program Asta Cita Presiden yang berfokus pada penguatan pembangunan manusia dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai empati, solidaritas sosial, dan rasa tanggung jawab kepada generasi muda sejak dini. Dengan demikian, sekolah diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Melalui momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat karakter generasi bangsa agar mampu tumbuh menjadi insan yang cerdas, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
[PusakoNews.com/red]

iklan kzb

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Malang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews