PusakoNews.com, Kabupaten Bantul - Menjelang pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2026, sapi kurban milik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang diberi nama “Mbah Iran” menjadi perhatian publik. Sapi jenis Peranakan Ongole (PO) tersebut dikenal memiliki bobot mencapai sekitar 1 ton dan telah dipelihara secara khusus oleh peternak asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sapi tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp90 juta dari peternak bernama Sarjono (51), yang telah merawat hewan tersebut selama kurang lebih dua tahun. Sejak awal dipelihara, sapi itu sudah mendapatkan perhatian khusus, termasuk pemberian pakan teratur dan perawatan kesehatan rutin.
Menurut Sarjono, sapi yang kini menjadi salah satu hewan kurban Presiden Prabowo itu awalnya dikenal sebagai sapi peliharaan istimewa yang telah dipelihara sejak usia muda. Nama “Mbah Iran” sendiri merupakan sebutan yang diambil dari pemilik sebelumnya di daerah Kebumen, Jawa Tengah, dan kemudian tetap dipertahankan oleh peternak saat ini.
Setelah resmi terpilih sebagai hewan kurban Presiden, perawatan terhadap sapi tersebut semakin diperketat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala oleh tenaga medis hewan, termasuk pemberian vitamin dan obat-obatan pendukung untuk menjaga kondisi fisik tetap optimal hingga hari penyembelihan.
Selain pengawasan medis, perawatan harian juga ditingkatkan, seperti menjaga kebersihan tubuh sapi dengan rutin dimandikan, pengaturan pola makan, serta pemantauan kandang secara ketat agar tetap higienis dan nyaman.

Sarjono mengungkapkan rasa bangganya karena sapi peliharaannya dipercaya menjadi bagian dari hewan kurban Presiden Republik Indonesia. Ia menuturkan bahwa pengalaman ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya sebagai peternak rakyat.
Ia juga menjelaskan bahwa sapi tersebut sebelumnya telah dipelihara dengan penuh perhatian sejak kecil, bahkan pernah masuk dalam daftar kandidat hewan kurban pada periode sebelumnya, meski belum lolos seleksi pada saat itu.
Dengan terpilihnya “Mbah Iran” sebagai sapi kurban Presiden Prabowo, perhatian terhadap sektor peternakan rakyat kembali mendapat sorotan, sekaligus menunjukkan pentingnya kualitas dan kesehatan hewan dalam proses seleksi hewan kurban berskala nasional.
[PusakoNews.com/red]

Komentar