Space Available Bangka Belitung R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Dari Kebumen, Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Kedaulatan Pangan dan Upaya Menghentikan Kebocoran Kekayaan Negara

Nasional

"Dari Kebumen, Prabowo Ungkap Rencana Besar Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara"

Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Ini Buktinya
Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan, Indonesia Siap Mandiri Tanpa Impor
Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan, Indonesia Siap Mandiri Tanpa Impor

Rangkuman Berita

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan pangan nasional sekaligus menghentikan kebocoran kekayaan negara saat menghadiri panen raya udang di BUBK Kebumen, Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas pangan seperti beras dan jagung, meski masih terus berupaya mencapai swasembada protein hewani seperti daging dalam beberapa tahun ke depan. Di tengah ketidakpastian global, Presiden menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan dan pertahanan negara. Ia juga menegaskan bahwa seluruh kekayaan alam Indonesia harus dikelola sesuai amanat UUD 1945 untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta berkomitmen menghentikan kebocoran sumber daya agar manfaatnya dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.

Sesuaikan Ukuran Baca
684
Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Kabupaten Kebumen - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional sekaligus menghentikan kebocoran kekayaan negara yang dinilai masih terjadi dan harus segera ditangani secara serius. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri kegiatan panen raya udang dan peninjauan proses sortir hasil panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/05/2026).


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa selama 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis di sektor pangan telah berhasil diraih. Salah satu capaian penting yang disoroti adalah meningkatnya ketahanan pangan nasional yang kini telah mencapai swasembada pada beberapa komoditas utama.


Presiden menjelaskan bahwa Indonesia telah berada pada posisi swasembada untuk beras dan jagung, yang merupakan komoditas pangan strategis. Namun demikian, ia mengakui bahwa untuk sejumlah sumber protein hewani seperti telur, ayam, dan daging, Indonesia masih terus melakukan penguatan produksi dalam negeri.


“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita seperti telur, ayam, dan daging masih belum sepenuhnya. Ini sedang kita kerjakan, mungkin sekitar 4 sampai 5 tahun lagi kita bisa swasembada daging. Secara umum, pangan kita relatif aman,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian di sektor pangan menjadi sangat penting di tengah kondisi global yang tidak menentu, di mana berbagai konflik dan ketegangan geopolitik masih terjadi di berbagai kawasan dunia. Dalam situasi tersebut, Indonesia menurutnya harus terus memperkuat ketahanan nasional di berbagai bidang, termasuk pangan dan pertahanan.


“Di dunia saat ini banyak pertikaian dan perang di berbagai tempat. Kita bersyukur Indonesia masih tidak terlibat di dalamnya, tetapi kita tetap harus waspada. Karena itu kita perlu memperkuat pertahanan untuk menjaga kekayaan dan kedaulatan kita,” ungkap Kepala Negara.


Selain menyoroti ketahanan pangan dan pertahanan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat konstitusi, khususnya Undang-Undang Dasar 1945. Ia menegaskan bahwa seluruh sumber daya alam Indonesia harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Presiden menegaskan bahwa pemerintah saat ini berupaya memastikan pengelolaan kekayaan negara tidak lagi rentan terhadap kepentingan pihak-pihak tertentu, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah tersebut disebutnya sebagai bagian dari implementasi mandat konstitusi untuk kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.


“Sekarang kekayaan kita kita kelola sendiri. Kita tidak ingin kekayaan ini terus-menerus dipermainkan oleh pihak-pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar negeri. Ini adalah amanat Undang-Undang Dasar, dan tujuannya adalah untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang,” tegas Presiden Prabowo.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung kembali pidatonya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 20 Mei 2026. Ia menyoroti bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, namun masih menghadapi persoalan kebocoran dalam pengelolaannya yang perlu segera dihentikan.


“Indonesia sungguh sangat kaya, tetapi terlalu banyak kebocoran yang terjadi. Kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad untuk berusaha sekuat tenaga bersama seluruh jajaran pemerintah untuk melakukan apa pun yang diperlukan demi menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” kata Presiden.


Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan upaya yang dilakukan pemerintah bertujuan agar kekayaan bangsa benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil dan merata.


“Kekayaan itu harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya oleh segelintir pihak,” pungkas Presiden.
[PusakoNews.com/red]

Pasang Iklan di PusakoNews.com R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Wonderful Indonesia R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews