Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kelahiran Dua Anak Harimau Sumatera di Lampung Perkuat Upaya Pelestarian Satwa Dilindungi

Dunia Satwa
Selamat! Dua Anak Harimau Sumatera Lahir, Bukti Program Konservasi Sukses
2 Bayi Harimau Sumatera Lahir dari Induk Korban Jerat
2 Bayi Harimau Sumatera Lahir dari Induk Korban Jerat
Sesuaikan Ukuran Baca
698
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Bandar Lampung - Upaya pelestarian satwa liar di Indonesia kembali menunjukkan capaian positif. Dua individu anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) lahir di Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau, Bandar Lampung. Kelahiran ini menjadi tonggak penting sebagai keberhasilan program konservasi ex situ (di luar habitat alami) di Provinsi Lampung.


Kedua anak harimau tersebut merupakan hasil perkawinan antara individu jantan bernama Kyai Batua dan betina bernama Sinta. Keduanya merupakan satwa hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia serta jerat pemburu liar, yang menyebabkan kondisi fisik cacat permanen.


Kyai Batua sebelumnya diselamatkan pada Juli 2019 di wilayah Suoh, Lampung Barat, dalam kondisi kaki depan kanan terjerat hingga harus menjalani amputasi demi menyelamatkan nyawanya. Sementara Sinta merupakan harimau betina asal Bengkulu yang dievakuasi pada Desember 2024 setelah mengalami cedera serius pada kaki belakang kanan akibat jerat.


Proses perkawinan kedua induk dilakukan melalui rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV tahun 2024–2025, yang dikoordinasikan bersama Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Dalam pencatatan studbook Harimau Sumatera, Kyai Batua dan Sinta masing-masing terdaftar dengan nomor identitas SB ID 1886 dan SB ID 1998.


Dengan pengawasan intensif tim medis veteriner, kedua anak harimau yang kini berusia sekitar tiga bulan dilaporkan tumbuh dan berkembang dalam kondisi baik. Keberhasilan ini menjadi indikator positif efektivitas pengelolaan konservasi, sekaligus memperkuat upaya menjaga keberlanjutan populasi Harimau Sumatera yang saat ini menghadapi tekanan serius di habitat alaminya.


Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang terlibat. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, tenaga medis, serta mitra terkait dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mendukung pelestarian satwa dilindungi.


Manajemen Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau menegaskan bahwa capaian ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian satwa liar. Kelahiran tersebut membuktikan bahwa satwa hasil penyelamatan tetap memiliki potensi berkembang biak secara optimal apabila dikelola dengan standar konservasi yang tepat.


Ke depan, keberhasilan ini diharapkan semakin memperkuat upaya perlindungan terhadap Harimau Sumatera, sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menghentikan praktik perburuan ilegal dan penggunaan jerat yang masih menjadi ancaman utama bagi kelangsungan spesies ini.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait