Pertukaran 386 Tawanan Perang, Ukraina dan Rusia Kembali Pulangkan 193 Personel Masing-Masing

Breaking News: 193 Tentara Ukraina dan Rusia Dipulangkan dalam Pertukaran Besar
Tawanan perang Ukraina (POW) bereaksi setelah pertukaran tawanan, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di lokasi yang tidak diketahui di Ukraina, 24 April 2026.
Tawanan perang Ukraina (POW) bereaksi setelah pertukaran tawanan, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di lokasi yang tidak diketahui di Ukraina, 24 April 2026.
Sesuaikan Ukuran Baca
615

PusakoNews.com, Moskow - Ukraina dan Rusia kembali melaksanakan pertukaran tawanan perang dengan masing-masing pihak memulangkan 193 personel dalam sebuah kesepakatan yang difasilitasi oleh Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.


Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menegaskan pentingnya mekanisme pertukaran tersebut sebagai upaya nyata untuk memulangkan warga negaranya yang ditahan selama konflik berlangsung. Ia menyatakan bahwa setiap proses pertukaran memiliki arti penting dalam memastikan para tahanan dapat kembali ke tanah air.


Kesepakatan ini juga dikonfirmasi oleh otoritas Rusia serta pejabat Ukraina, termasuk kepala staf kepresidenan, yang menyebut peran aktif Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab sebagai mediator dalam proses negosiasi dan pelaksanaan pertukaran.


Para tahanan yang dipulangkan ke Ukraina terdiri dari prajurit, penjaga perbatasan, serta aparat kepolisian. Sebagian dari mereka dilaporkan mengalami luka-luka, sementara lainnya sempat menghadapi proses hukum selama berada dalam tahanan Rusia.


Setibanya di wilayah Ukraina, para mantan tawanan terlihat diliputi emosi haru. Banyak di antara mereka turun dari kendaraan dengan mengenakan bendera nasional, menandai kepulangan setelah masa penahanan yang panjang, bahkan hingga bertahun-tahun.


Pertukaran ini menjadi salah satu dari serangkaian kesepakatan serupa yang telah berlangsung sejak konflik antara kedua negara pecah. Dalam kurun waktu lebih dari empat tahun, ribuan tawanan dari kedua belah pihak telah dipertukarkan melalui berbagai jalur mediasi internasional.


Langkah ini kembali menunjukkan bahwa di tengah konflik yang masih berlangsung, jalur kemanusiaan tetap menjadi ruang kerja sama terbatas antara kedua negara.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait