IAEA Soroti Lonjakan Produksi Senjata Nuklir Korea Utara, Aktivitas Fasilitas Yongbyon Meningkat Tajam

Badan Atom Dunia: Produksi Senjata Nuklir Korea Utara Melonjak Tajam
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi latihan penembakan artileri di Korea Utara.
©PusakoNews.com/red
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi latihan penembakan artileri di Korea Utara. ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
696

PusakoNews.com, Wina - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengungkap adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan Korea Utara memproduksi senjata nuklir. Temuan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, berdasarkan pemantauan terbaru terhadap aktivitas nuklir negara tersebut.


IAEA mencatat adanya lonjakan operasi di sejumlah fasilitas utama, khususnya kompleks nuklir Yongbyon. Aktivitas yang meningkat mencakup reaktor berkapasitas 5 megawatt, fasilitas pengolahan ulang, hingga reaktor air ringan yang sebelumnya sempat tidak aktif. Peningkatan ini dinilai sebagai indikasi kuat percepatan produksi material nuklir.


Selain itu, badan pengawas nuklir PBB tersebut juga mengidentifikasi indikasi keberadaan fasilitas pengayaan uranium baru. Pengembangan infrastruktur ini memperkuat dugaan bahwa Pyongyang tengah memperluas kapasitas produksi bahan baku hulu ledak nuklir secara sistematis.


Grossi menegaskan bahwa perkembangan ini menunjukkan “peningkatan yang sangat serius” dalam kemampuan Korea Utara di sektor senjata nuklir. Berdasarkan estimasi terbaru, negara tersebut kini diyakini telah memiliki sejumlah puluh hulu ledak nuklir dan berpotensi terus bertambah seiring meningkatnya produksi bahan fisil.


Meski demikian, IAEA menegaskan belum menemukan bukti konkret adanya transfer teknologi nuklir militer dari negara lain, termasuk Rusia. Pemantauan tetap dilakukan melalui citra satelit dan analisis eksternal, mengingat akses langsung ke fasilitas nuklir Korea Utara masih terbatas sejak 2009.


Perkembangan ini memicu kekhawatiran internasional terkait stabilitas keamanan global. Program nuklir Korea Utara sendiri terus berjalan di tengah sanksi internasional dan kebuntuan diplomasi, sementara Pyongyang menegaskan tidak akan melepaskan persenjataan nuklirnya.


IAEA menekankan pentingnya pengawasan ketat dan upaya diplomatik lanjutan guna mencegah eskalasi serta memastikan program nuklir tidak berkembang tanpa kendali.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait