Dominasi Tanpa Hasil! Semen Padang Kembali Tersungkur di Manahan Solo

Kekalahan Beruntun, Zona Degradasi Mengintai Kabau Sirah!
Semen Padang FC kembali menelan kekalahan dalam lanjutan BRI Super League usai takluk 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan, Minggu (12/4/2026).
©PusakoNews.com/red
Semen Padang FC kembali menelan kekalahan dalam lanjutan BRI Super League usai takluk 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan, Minggu (12/4/2026). ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
685

PusakoNews.com, Surakarta - Semen Padang FC kembali menelan kekalahan dalam lanjutan BRI Super League usai takluk 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan, Minggu (12/4/2026). Hasil ini menjadi kekalahan kedua beruntun bagi tim berjuluk Kabau Sirah, setelah sebelumnya juga kalah 0-2 dari Persib Bandung di Padang.


Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Semen Padang FC yang tengah berupaya keluar dari zona degradasi. Sebelum laga, selisih poin dengan zona aman hanya terpaut satu angka. Namun hasil di Solo membuat mereka tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin.


Sebaliknya, Persis Solo berhasil memperbaiki posisi ke peringkat ke-15 dan kini unggul empat poin dari zona degradasi, termasuk dari Semen Padang FC.


Dalam jalannya pertandingan, Persis Solo tampil lebih efektif meski kedua tim sama-sama berupaya mengembangkan permainan. Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-37 melalui gol Miroslav Maricic yang memanfaatkan umpan Luka Dumancic. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.


Memasuki babak kedua, Semen Padang FC meningkatkan intensitas serangan melalui sejumlah pergantian pemain. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-68 setelah gol bunuh diri Sutanto Tan membuat skor menjadi 1-1.


Namun, Persis Solo kembali menunjukkan ketajaman. Pada menit ke-78, Dejan Tumbas mencetak gol penentu kemenangan usai menerima assist dari Dimitri Lima, sekaligus memastikan skor akhir 2-1 untuk tuan rumah.


Dari sisi statistik, Persis Solo mencatatkan penguasaan bola sebesar 53 persen, sedikit unggul atas Semen Padang FC yang menguasai 47 persen. Tuan rumah juga lebih produktif dengan empat percobaan tembakan, sementara Semen Padang FC tidak mencatatkan satu pun tembakan sepanjang pertandingan.


Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, mengaku kecewa dengan hasil tersebut meski menilai performa timnya tidak buruk.


“Kami mampu menguasai permainan dan menciptakan peluang, tetapi dalam sepak bola yang menentukan adalah efektivitas. Itu yang dimiliki Persis,” ujarnya.


Meski mengalami dua kekalahan beruntun, Imran tetap optimistis timnya mampu bertahan di Liga 1. Ia menegaskan Semen Padang FC masih memiliki empat laga kandang yang harus dimaksimalkan.


“Setiap pertandingan adalah final bagi kami. Tidak ada pilihan lain selain meraih hasil maksimal,” tegasnya.


Evaluasi menyeluruh akan dilakukan tim pelatih untuk memperbaiki performa tim jelang pertandingan berikutnya.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait