Luhut: Ekonomi Tumbuh 5%? Itu Bukan Prestasi! Indonesia Harus Ngebut!!
Luhut Sebut 5% Bukan Prestasi, Indonesia Harus Ngebut atau Tertinggal
Menurut Luhut, Indonesia perlu mendorong pertumbuhan hingga 8–9 persen dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Target tersebut dinilai krusial untuk menghindari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan mengantar Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.
Ia mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia diperkirakan berakhir pada 2041–2042. Momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal sebelum peluang pertumbuhan berbasis pasar domestik menyempit.
Untuk mencapai target tersebut, DEN mendorong peningkatan investasi sebagai penggerak utama ekonomi. Luhut menekankan bahwa kontribusi APBN terhadap pertumbuhan relatif terbatas, sehingga peran investasi—baik domestik maupun asing—menjadi sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja dan memperluas kapasitas produksi nasional.
Perbaikan dan reformasi pasar modal juga disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan investor. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa reformasi sektor keuangan mampu mendorong lonjakan arus investasi secara signifikan.
DEN optimistis, dengan fondasi ekonomi yang semakin solid di tengah ketidakpastian global, Indonesia mampu melampaui pertumbuhan 5 persen dan bergerak menuju level pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan.
[PusakoNews.com/red]
Berita Terkait
Jelang Idul fitri, Harga Cabai Rawit Melonjak hingga Rp120 Ribu
11 Mar 2026 - 04:50
681
Baru Setahun Diresmikan Prabowo Subianto, Kelolaan Tembus 40,51 Ton
26 Feb 2026 - 20:54
615