Luhut: Ekonomi Tumbuh 5%? Itu Bukan Prestasi! Indonesia Harus Ngebut!!

Luhut Sebut 5% Bukan Prestasi, Indonesia Harus Ngebut atau Tertinggal
Pertumbuhan 5–6% Dinilai Belum Cukup, DEN Dorong Ekonomi Tembus 8–9% ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
61
555
PusakoNews.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5–6 persen belum dapat disebut sebagai prestasi. Meski capaian tersebut relatif stabil di tengah tekanan geopolitik dan fragmentasi ekonomi global sepanjang 2025, Indonesia dinilai harus menargetkan pertumbuhan jauh lebih tinggi.

Menurut Luhut, Indonesia perlu mendorong pertumbuhan hingga 8–9 persen dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Target tersebut dinilai krusial untuk menghindari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan mengantar Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

Ia mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia diperkirakan berakhir pada 2041–2042. Momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal sebelum peluang pertumbuhan berbasis pasar domestik menyempit.

Untuk mencapai target tersebut, DEN mendorong peningkatan investasi sebagai penggerak utama ekonomi. Luhut menekankan bahwa kontribusi APBN terhadap pertumbuhan relatif terbatas, sehingga peran investasi—baik domestik maupun asing—menjadi sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja dan memperluas kapasitas produksi nasional.

Perbaikan dan reformasi pasar modal juga disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan investor. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa reformasi sektor keuangan mampu mendorong lonjakan arus investasi secara signifikan.

DEN optimistis, dengan fondasi ekonomi yang semakin solid di tengah ketidakpastian global, Indonesia mampu melampaui pertumbuhan 5 persen dan bergerak menuju level pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait