Resmi! Indonesia Boyong Kapal Induk Bekas Italia, Tiba Sebelum HUT TNI 2026

Kapal Induk Eks Medan Perang Eropa Segera Berlabuh di RI
KAPAL INDUK- Indonesia akan segera memiliki kapal induk Giuseppe Garibaldi ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
79
587
PusakoNews.com, Jakarta - Indonesia akan segera memperkuat armada lautnya dengan kehadiran kapal induk eks Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi. Kapal tersebut ditargetkan tiba di Tanah Air sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026.

Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyampaikan harapannya agar proses pengiriman berjalan lancar sehingga kapal dapat segera memperkuat jajaran TNI AL tahun ini.

Kapal yang dibangun galangan Fincantieri dan resmi berdinas pada 30 September 1985 itu merupakan kapal induk ringan pertama milik Angkatan Laut Italia. Selama masa operasionalnya, kapal ini terlibat dalam berbagai misi internasional, termasuk operasi di Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.

TNI AL Perkuat Armada, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Segera Tiba di Indonesia

TNI Angkatan Laut (TNI AL) tengah mengupayakan akuisisi atau pengambilalihan aset kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) milik Angkatan Laut Italia
Dalam rencana pemanfaatannya di Indonesia, kapal ini akan difokuskan untuk mendukung operasi militer selain perang (OMSP), khususnya misi kemanusiaan seperti bantuan bencana, evakuasi darurat, serta dukungan pasukan perdamaian dunia. Namun demikian, kapal tetap memiliki kapabilitas tempur yang memadai.

Secara teknis, kapal sepanjang 180 meter dan berbobot sekitar 14.000 ton ini mampu melaju hingga 30 knot dengan daya jelajah mencapai 7.000 mil laut. Sistem propulsinya mengandalkan empat turbin gas LM2500 dengan tenaga lebih dari 80.000 horsepower.

Tak Main-Main! Kapal Induk Eks Medan Perang Eropa Segera Berlabuh di RI

Pada dek penerbangan, kapal dilengkapi landasan ski-jump dan mampu mengoperasikan hingga 16 pesawat tempur lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL) seperti AV-8B Harrier II, serta sejumlah helikopter. Sistem persenjataannya mencakup rudal pertahanan udara Aspide, meriam CIWS 40 mm, torpedo anti-kapal selam, serta perangkat radar dan sonar modern.

Kehadiran kapal induk ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya proyeksi kekuatan dan respons cepat Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait