PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) guna membahas kesiapan penyelenggaraan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE/2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat koordinasi antara pemerintah dan umat Buddha agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan khidmat.
Audiensi tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Panitia Waisak Karuna Murdaya, Prajna Murdaya, Bhikkhu Sangha, serta perwakilan lainnya. Dalam kesempatan itu, WALUBI memaparkan rencana pelaksanaan Waisak yang berskala nasional dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan Waisak dijadwalkan berlangsung mulai 10 Mei hingga 5 Juni 2026. Agenda meliputi karya bakti di Taman Makam Pahlawan, layanan kesehatan sosial, pengambilan Api Dharma di Mrapen, pengambilan Air Suci di Umbul Jumprit, hingga puncak perayaan di Candi Mendut dan Candi Borobudur yang akan ditutup dengan festival lampion.
Tahun ini, perayaan Waisak mengangkat tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia.” Tema tersebut diharapkan tidak hanya menjadi nilai spiritual, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sosial yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan harmoni.
Menteri Agama menegaskan bahwa Candi Borobudur memiliki posisi strategis, tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai pusat ibadah umat Buddha di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, seluruh rangkaian perayaan perlu dipersiapkan secara matang dengan melibatkan berbagai pihak.
Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menekankan bahwa peringatan Waisak memiliki makna penting sebagai momentum memperkuat nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama. Nilai-nilai Dharma dinilai relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, panitia, dan masyarakat luas. Sinergi tersebut menjadi faktor kunci agar seluruh kegiatan, baik keagamaan maupun sosial, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Melalui perayaan Waisak 2570 BE/2026, pemerintah berharap tercipta energi kolektif untuk mempererat persaudaraan, menebarkan kedamaian, serta memperkuat semangat kebhinekaan sebagai fondasi utama bangsa Indonesia.
[PusakoNews.com/red]

Komentar