Pizza Leleh Keju - R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Empat Perayaan Keagamaan Beriringan, Menag Ajak Perkuat Persatuan Bangsa

Harmoni Beragama
Fenomena Langka Terulang Setelah 163 Tahun, Ini Harapan Menag
Menteri Agama, Nasaruddin Umar di acara Satu Meja The Forum di Kompas TV
©PusakoNews.com/red
Menteri Agama, Nasaruddin Umar di acara Satu Meja The Forum di Kompas TV ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
620
Pizza Leleh Keju - R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Tahun 2026 menjadi momentum langka dalam kehidupan keagamaan di Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam 163 tahun, empat perayaan besar dari berbagai latar belakang agama dan budaya—Ramadan, Prapaskah, Nyepi, dan Imlek—berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan. Fenomena serupa terakhir terjadi pada 1863 dan diperkirakan baru akan terulang kembali pada 2189.


Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa momentum ini merupakan peluang strategis untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan global dan dinamika nasional.


Dalam keterangannya saat menjadi narasumber program Satu Meja The Forum di Kompas TV, Menag menyebut peristiwa ini sebagai modal spiritual besar yang harus dimanfaatkan secara optimal.


Saat ini, setelah rangkaian perayaan Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, umat Kristiani tengah menjalani masa Prapaskah. Menag mengajak umat Kristen dan Katolik untuk memaknai Prapaskah sebagai periode refleksi diri, pengendalian diri, serta penguatan kepedulian sosial dalam perjalanan menuju Paskah.


Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang tumbuh dalam Ramadan maupun Prapaskah, seperti empati dan kepedulian sosial, tidak cukup hanya dimaknai secara simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Menurut Menag, seluruh ajaran agama pada dasarnya mengarahkan umat untuk menjadi pribadi yang lebih jujur, peduli, dan berempati. Dalam konteks kebangsaan, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi Indonesia yang dikenal memiliki karakter terbuka dan terbiasa hidup dalam keberagaman.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat dalam membangun toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Integrasi antara nilai keagamaan dan nilai kebangsaan, menurutnya, dapat terwujud melalui Pancasila sebagai titik temu seluruh elemen bangsa.


Menutup pernyataannya, Menag berharap momentum beriringannya Prapaskah dan suasana Idulfitri dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat solidaritas lintas iman. Ia mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan nilai kejujuran, keadilan, toleransi, dan kebersamaan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait