PusakoNews.com, Washington - Kelompok peretas pro-Iran yang dikenal dengan nama Handala mengklaim telah membocorkan lebih dari 300 email serta sejumlah foto yang disebut berasal dari akun email pribadi Direktur FBI, Kash Patel, pada Jumat.
Pihak FBI membenarkan adanya insiden tersebut. Dalam pernyataannya, juru bicara FBI menyebut lembaganya telah mengetahui upaya peretasan terhadap informasi email pribadi Patel dan segera mengambil langkah mitigasi untuk menekan potensi risiko.
FBI menegaskan bahwa data yang bocor bersifat lama (historis) dan tidak berkaitan dengan informasi pemerintahan.
Kelompok Handala menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk balasan setelah FBI dan Departemen Kehakiman AS menyita sejumlah situs yang diduga terkait jaringan mereka pada pekan lalu.
Otoritas Amerika Serikat sebelumnya menuding Handala sebagai bagian dari operasi siber yang berafiliasi dengan Iran, termasuk dugaan keterkaitan dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran.
Sebagian besar email yang dibocorkan disebut berasal dari periode 2010 hingga 2012, dengan dokumen terbaru berupa tanda terima tiket pesawat tahun 2022. Laporan juga menyebut email-email itu berasal dari masa sebelum Patel menjabat di pemerintahan.
Sejauh ini, media Amerika NBC News menyatakan belum melakukan verifikasi forensik penuh atas seluruh isi email yang beredar.
Insiden ini menambah daftar ketegangan siber antara Amerika Serikat dan Iran, terutama menjelang meningkatnya eskalasi konflik dan operasi digital yang saling menargetkan.
[PusakoNews.com/red]