Terungkap! Love Scam Tak Sekadar Penipuan, Tapi Permainan Emosi
Bukan Karena Lugu, Ini Alasan Psikologis Korban Love Scam Sulit Lepas
Psikolog Mellyana Setyowati, M.Psi., menjelaskan bahwa love scam memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi sekaligus kerentanan psikologis manusia. Pelaku secara bertahap membangun relasi romantis virtual yang tampak nyata, sehingga korban merasa terikat secara emosional dan menurunkan kewaspadaan rasional.
Menurut Melly, kondisi kesepian, kebutuhan akan kasih sayang, trauma relasi, hingga harga diri yang rendah membuat seseorang lebih rentan menjadi target. Perhatian intens dari pelaku memicu respons hormonal yang menimbulkan sensasi jatuh cinta cepat, disertai bias kognitif seperti confirmation bias dan optimism bias yang membuat korban menutup mata terhadap tanda bahaya.
Pelaku love scam juga kerap menjual fantasi cinta ideal melalui janji pernikahan, kisah hidup dramatis, hingga kondisi darurat palsu untuk menguras empati korban. “Manipulasi dilakukan perlahan hingga korban takut kehilangan hubungan dan enggan bercerita ke orang lain,” tegas Melly. Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi identitas, waspada pada komitmen instan, dan tidak mudah terbawa emosi dalam relasi daring.
[PusakoNews.com/red]
Berita Terkait
Jangan Salah Pilih! 7 Sifat Wanita Ini Bisa Bikin Rumah Tangga Berantakan
02 Mar 2026 - 20:35
582
Terungkap! Love Scam Tak Sekadar Penipuan, Tapi Permainan Emosi
11 Feb 2026 - 07:44
558