Terungkap! Love Scam Tak Sekadar Penipuan, Tapi Permainan Emosi

Bukan Karena Lugu, Ini Alasan Psikologis Korban Love Scam Sulit Lepas
Psikolog Bongkar Alasan Love Scam Masih Ampuh, Bukan Soal Uang Tapi Emosi ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
59
558
PusakoNews.com, Jakarta - Kasus penipuan bermodus asmara atau love scam masih terus memakan korban, meski berbagai pengungkapan telah dilakukan aparat. Terbaru, jaringan penipuan internasional yang beroperasi dari Jakarta berhasil dibongkar Imigrasi Indonesia, menegaskan bahwa kejahatan digital kini semakin mengandalkan manipulasi emosional, bukan sekadar tipu daya finansial.

Psikolog Mellyana Setyowati, M.Psi., menjelaskan bahwa love scam memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi sekaligus kerentanan psikologis manusia. Pelaku secara bertahap membangun relasi romantis virtual yang tampak nyata, sehingga korban merasa terikat secara emosional dan menurunkan kewaspadaan rasional.

Menurut Melly, kondisi kesepian, kebutuhan akan kasih sayang, trauma relasi, hingga harga diri yang rendah membuat seseorang lebih rentan menjadi target. Perhatian intens dari pelaku memicu respons hormonal yang menimbulkan sensasi jatuh cinta cepat, disertai bias kognitif seperti confirmation bias dan optimism bias yang membuat korban menutup mata terhadap tanda bahaya.

Pelaku love scam juga kerap menjual fantasi cinta ideal melalui janji pernikahan, kisah hidup dramatis, hingga kondisi darurat palsu untuk menguras empati korban. “Manipulasi dilakukan perlahan hingga korban takut kehilangan hubungan dan enggan bercerita ke orang lain,” tegas Melly. Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi identitas, waspada pada komitmen instan, dan tidak mudah terbawa emosi dalam relasi daring.
[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait