Noe Letto Buka Suara soal Kondisi Cak Nun: “Bapak Sudah Waktunya Istirahat, Jangan Diganggu”

Lama Menghilang, Kondisi Terkini Cak Nun Diungkap Noe Letto
Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto menyampaikan Kondisi Terkini Tentang Abahnya Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
34
917

PusakoNews.com, Jakarta - Setelah lama tak terlihat di berbagai forum Maiyah, kondisi terkini Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun akhirnya diungkap langsung oleh putranya, Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto.


Dalam program Q&A Metro TV yang tayang pada Senin (23/3/2026), Noe menyampaikan bahwa sang ayah kini sedang fokus menjalani masa pemulihan dan membutuhkan ketenangan untuk beristirahat total.


“Bapak sudah waktunya istirahat, jangan diganggu,” kata Noe.


Pernyataan itu sontak menjadi jawaban atas pertanyaan banyak jamaah dan publik yang selama ini merindukan kehadiran Cak Nun di ruang-ruang Maiyah.


Bagi Noe, sang ayah telah memberikan hampir seluruh hidupnya untuk bangsa, kebudayaan, dan perjuangan sosial. Karena itu, menurutnya, saat ini adalah masa bagi Cak Nun untuk memulihkan diri setelah puluhan tahun terus hadir di tengah masyarakat.


“Beliau sudah mewakafkan seumur hidupnya untuk Indonesia, sekarang lagi recovery, jangan diganggu,” ujarnya.

Tak hanya bicara soal kondisi kesehatan, Noe juga memberi isyarat kuat bahwa semangat perjuangan Cak Nun tak boleh berhenti. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang selama ini dibawa ayahnya tetap hidup dan harus diteruskan oleh generasi berikutnya, meski dengan cara yang berbeda.


“Sekarang waktunya pick up perjuangan itu pada situasi yang berbeda, pada lapangan yang berbeda,” kata Noe.


Noe pun mengajak anak muda dan para pengikut gagasan Maiyah untuk tidak hanya menunggu tokoh besar kembali tampil, melainkan mulai bergerak dan mengambil peran nyata.


“Kalau pemuda pengen membuat perubahan, do something. Ayo kita gandengan,” tegasnya.


Selama puluhan tahun, Cak Nun dikenal sebagai sosok sentral di berbagai forum Maiyah, mulai dari Padhangmbulan, Mocopat Syafaat, hingga jejaring Maiyah di berbagai daerah. Namun, pesan Noe kali ini terasa lebih dalam: yang harus terus hidup bukan hanya sosoknya, tetapi juga gagasan dan semangat perjuangannya.


Kini, di tengah masa pemulihan Cak Nun, publik mendapat gambaran yang lebih jelas: sang budayawan sedang membutuhkan ruang sunyi, waktu istirahat, dan ketenangan.


Sementara itu, kehadiran Noe yang kini semakin aktif di ruang publik seolah menandai fase baru estafet perjuangan—saat nilai-nilai yang selama ini ditanamkan Cak Nun mulai diterjemahkan oleh generasi berikutnya dengan wajah zaman yang berbeda.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait