Momen Langka! Salat Id di Denpasar Digelar Sejam Setelah Nyepi Berakhir

Khidmat, Salat Id Muhammadiyah di Denpasar Digelar Usai Nyepi Berakhir
Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Idul Fitri di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Jumat 20/3 ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
74
711

PusakoNews.com, Denpasar - Ribuan warga Muhammadiyah di Kota Denpasar, Bali, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah dengan khidmat di Lapangan Niti Mandala Renon, Jumat (20/3/2026) pagi. Ibadah berlangsung sekitar satu jam setelah berakhirnya rangkaian Hari Raya Nyepi, dalam suasana tertib dan penuh kekhusyukan.


Salat Id dimulai sekitar pukul 07.00 WITA dengan kondisi cuaca cerah berawan. Seluruh rangkaian ibadah, termasuk khotbah, berjalan lancar dan diikuti jemaah hingga selesai.


Khatib Salat Id, Ustaz H. Sya’ban, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah berlangsung dengan baik dan penuh ketertiban. Ia juga mengajak umat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah pasca-Ramadan, seperti menjaga salat berjamaah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menghidupkan ibadah malam.


Terkait perbedaan penetapan Idulfitri antara Muhammadiyah dan pemerintah—yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat Kementerian Agama—Sya’ban menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan tidak memperdebatkan perbedaan. Warga Muhammadiyah, lanjutnya, tetap berkomitmen merawat ukhuwah Islamiyah.


Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali memastikan pelaksanaan Salat Id tetap berlangsung pada Jumat (20/3), dengan penyesuaian waktu pasca-Nyepi. Takbiran dilaksanakan secara sederhana dari rumah masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi.


Ketua PWM Bali, Husnul Fahmi, menyebutkan bahwa terdapat sedikitnya 11 titik pelaksanaan Salat Id di seluruh Bali, termasuk tiga lokasi di Denpasar: Lapangan Niti Mandala Renon, Musala KH Ahmad Dahlan, dan SD Muhammadiyah 1 Pemecutan.


Untuk menjamin kelancaran kegiatan, Muhammadiyah Bali telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pecalang dan aparat keamanan. Fahmi menegaskan bahwa pihaknya terus menjaga nilai toleransi, harmoni, dan persaudaraan antarumat beragama di Bali.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait