Muhammadiyah Gunakan Kalender Hijriah Global Tunggal untuk Tetapkan 1 Syawal 1447 H

Muhammadiyah Gunakan Kalender Global untuk Tentukan Lebaran
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi dan Bisnis, Muhadjir Effendy ©PusakoNews.com/red
Sesuaikan Ukuran Baca
49
712

PusakoNews.com, Jakarta - Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 dengan menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal. Kebijakan ini merupakan hasil pembaruan (tajdid) dalam sistem penentuan kalender Islam yang kini mulai diterapkan secara lebih luas.


Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi dan Bisnis, Muhadjir Effendy, menjelaskan bahwa pendekatan kalender global ini berbeda dari metode sebelumnya yang berbasis wilayah. Dalam sistem baru, penentuan awal bulan hijriah didasarkan pada keberadaan hilal yang berlaku secara global.


“Tahun ini Muhammadiyah menggunakan hasil kajian pembaruan berupa Kalender Hijriah Global Tunggal, di mana penentuan awal bulan tidak lagi terbatas pada satu wilayah, tetapi berlaku untuk seluruh dunia,” ujarnya di Jakarta.


Ia menambahkan, pada penentuan 1 Syawal tahun ini, hilal teramati di wilayah Alaska. Dengan pendekatan global, kemunculan tersebut menjadi acuan bagi seluruh dunia dalam menetapkan awal bulan Syawal.


Menurut Muhadjir, sistem kalender ini telah diratifikasi oleh lebih dari 10 negara, sebagai bagian dari upaya menuju penyatuan kalender Islam secara internasional.


Muhammadiyah juga menegaskan bahwa perbedaan metode dalam penentuan hari raya merupakan hal yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan. Setiap pihak dinilai memiliki dasar dan pertimbangan yang kuat.


“Perbedaan ini adalah soal metodologi, bukan soal ketaatan. Semua pihak tetap menjalankan keyakinannya masing-masing dengan dasar yang jelas,” tegasnya.


Muhammadiyah berharap perayaan Idulfitri tetap menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan memperkuat silaturahmi, meskipun terdapat perbedaan dalam penetapan waktu.

[PusakoNews.com/red]

Berita Terkait