PusakoNews.com, Denpasar - Pulau Bali hari ini menghentikan seluruh aktivitas publik seiring dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Keheningan total menyelimuti seluruh pelosok pulau sejak pukul 06.00 WITA dan akan berlangsung selama 24 jam hingga Jumat (20/3) esok pagi.
Poin-Poin Utama Perayaan Nyepi 2026:
- Pelaksanaan Catur Brata Penyepian: Umat Hindu saat ini tengah menjalani empat pantangan utama: Amati Geni (tidak menyalakan api/lampu), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelunganan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
- Penutupan Gerbang Transportasi: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan seluruh pelabuhan penyeberangan di Bali (Gilimanuk, Padangbai, dan Benoa) berhenti beroperasi sepenuhnya. Seluruh penerbangan domestik dan internasional ditiadakan untuk menghormati kesucian hari ini.
- Layanan Publik Terbatas: Layanan data seluler dan IPTV (TV kabel) dimatikan sementara berdasarkan kesepakatan bersama pemerintah dan tokoh agama. Jaringan internet tetap tersedia secara terbatas hanya untuk objek vital seperti rumah sakit, kepolisian, dan layanan kebencanaan.
- Harmoni Beragama: Perayaan tahun ini mencatatkan momen toleransi tinggi karena berdekatan dengan persiapan Idulfitri 1447 H. Pelaksanaan ibadah dilakukan dengan koordinasi ketat antara Pecalang (keamanan adat) dan tokoh masyarakat guna menjaga kerukunan antarumat beragama.
- Pasca-Pawai Ogoh-ogoh: Sebelumnya, pada Rabu (18/3) malam, ribuan warga memadati jalanan untuk menyaksikan pawai Ogoh-ogoh sebagai simbol penyucian alam sebelum memasuki masa hening.
Pemerintah Provinsi Bali mengimbau seluruh wisatawan dan masyarakat non-Hindu untuk terus menghormati aturan Nyepi dengan tetap berada di dalam area penginapan atau rumah masing-masing hingga ritual berakhir.Situasi di lapangan hingga saat ini dilaporkan sangat kondusif dengan penjagaan rutin oleh petugas Pecalang di setiap desa adat.
[PusakoNews.com/red]