Space Available Wonderful Indonesia R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kapolda Aceh Paparkan Kronologi Terbongkarnya Laboratorium Sabu di Pidie

Kriminal
Waktu:

Pengungkapan laboratorium narkotika di Pidie disebut berawal dari pengembangan kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair. Kapolda Aceh mengungkap rangkaian penyelidikan lintas negara dan meminta masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan.

Menurut keterangan dalam bahan, operasi gabungan menyasar lima lokasi dan mengamankan 11 tersangka serta barang bukti sekitar 1,2 ton sabu cair.
Kapolda Aceh Ruddi Setiawan memaparkan kronologi pengungkapan laboratorium narkotika yang diduga terhubung dengan jaringan internasional.
Kapolda Aceh Ruddi Setiawan memaparkan kronologi pengungkapan laboratorium narkotika yang diduga terhubung dengan jaringan internasional.
ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
987
Space Available Jogja R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Kabupaten Pidie - Pengembangan penyelidikan atas penyelundupan 2,6 ton sabu cair menjadi titik awal pengungkapan laboratorium narkotika yang diduga terhubung dengan jaringan internasional di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memaparkan rangkaian pergerakan jaringan tersebut hingga laboratorium ditemukan dan 11 orang diamankan.

Dalam keterangannya di lokasi pengungkapan, Desa Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Jumat (23/10/2026), Ruddi menegaskan bahwa pemberantasan narkotika dilakukan tanpa kompromi. Penindakan, menurut dia, berlaku bagi siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Kapolda Aceh Paparkan Kronologi Terbongkarnya Laboratorium Sabu di Pidie

Ia menjelaskan, penyelidikan berkembang setelah pengungkapan kapal Ocean Porter yang membawa 2,6 ton sabu cair. Pemeriksaan terhadap anak buah kapal yang diamankan menghasilkan informasi mengenai jaringan lain yang diduga beroperasi di Indonesia. Operasi tersebut disebut melibatkan BNN, Polri, Bea Cukai, dan NNCC Tiongkok.

Penyelidikan Menelusuri Rencana Pengiriman ke Aceh

Berdasarkan keterangan Ruddi, tim gabungan kemudian menelusuri informasi tentang sabu cair berwarna kuning yang disebut berasal dari Thailand. Barang tersebut direncanakan dibawa ke Aceh menggunakan kapal Ocean Kardon.

Kapolda Aceh Paparkan Kronologi Terbongkarnya Laboratorium Sabu di Pidie

Pada Mei 2026, tim memperoleh informasi mengenai kedatangan dua warga negara Tiongkok di Banda Aceh. Keduanya disebut dijemput jaringan setempat dan melakukan survei selama sekitar 10 hari untuk mencari lokasi yang akan digunakan sebagai laboratorium narkotika rahasia atau clandestine laboratory.

Informasi berikutnya diterima pada Juli 2026, terkait rencana pengiriman sabu cair melalui skema ship-to-ship, yakni pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain di laut. Proses pengiriman itu, menurut bahan keterangan Kapolda Aceh, berlangsung sekitar 10 minggu.

Kapolda Aceh Paparkan Kronologi Terbongkarnya Laboratorium Sabu di Pidie

Rangkaian pergerakan kembali terpantau pada Oktober. Pada 15 Oktober 2026, dua warga negara Indonesia berangkat ke Malaysia untuk menjemput kedua warga negara Tiongkok tersebut. Keduanya kemudian tiba di Aceh pada 17 Oktober dan dijemput oleh jaringan setempat.

Setelah tiba di Banda Aceh, mereka mencari ruko yang akan dijadikan lokasi laboratorium narkotika, termasuk sebuah ruko di wilayah Jeunieb, Kabupaten Bireuen.

Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Sebelas Orang Diamankan dalam Operasi Lima Lokasi

Laboratorium Sabu di Pidie Terbongkar, 11 Orang Diamankan
Laboratorium Sabu di Pidie Terbongkar, 11 Orang Diamankan
ยฉPusakoNews.com

Bahan keterangan Kapolda Aceh menyebut keberadaan laboratorium mulai terdeteksi pada 19 Oktober 2026. Tim gabungan kemudian mengungkap laboratorium tersebut di Kabupaten Pidie dalam rangkaian operasi yang menyasar lima lokasi.

Sebanyak 11 orang diamankan. Mereka terdiri atas sembilan warga negara Indonesia asal Aceh dan dua warga negara Tiongkok berinisial LJ dan XM.

Barang bukti yang disebut dalam keterangan tersebut mencapai 1,2 ton sabu cair yang dinyatakan siap diolah dan didistribusikan. Pengungkapan ini menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan terhadap dugaan jaringan narkotika lintas negara.

a935807c432f9c9c8976fbf5e36d6a82.webp

Ruddi juga meminta masyarakat berperan aktif dalam mencegah peredaran narkotika. Ia secara khusus mengimbau para kepala desa atau geuchik agar melaporkan keberadaan rumah kosong, gudang, maupun aktivitas lain yang dinilai mencurigakan kepada aparat.

Menurut Ruddi, informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendukung upaya menjaga Aceh dari peredaran narkotika.

SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01] Mabes Polri
[02] Media Indonesia
[03] detikSumut
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Space Available Kediri R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.
PUSAKO PILIHAN

Rekomendasi untuk Anda

Temukan bacaan berikutnya.

Pilihan terbaru 1 / 1

Memuat pilihan beritaโ€ฆ

Pilihan menyesuaikan minat di browser ini. Anda dapat menonaktifkan atau meresetnya lewat Kelola minat.

Berita Terkait

Space Available Nusa Tenggara Barat R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoHelp
Layanan Jaringan 24 Jam โ€” pesan dapat dikirim kapan saja.
Memuat identitas...
Identitas Tamu
Sebelum chat, kenalkan diri agar PusakoCenter dapat menindaklanjuti bantuan Anda.
Nama wajib. Isi minimal salah satu: Email atau Nomor WhatsApp. Data kontak hanya digunakan untuk layanan PusakoHelp.
Memuat PusakoHelp...
Pesan tersimpan di sistem PusakoNews.