Aksi Greenpeace Indonesia yang menyoroti krisis iklim dan tekanan biaya hidup berujung pemeriksaan sejumlah aktivis di Polda Metro Jaya. Setelah sempat belum diperbolehkan pulang, enam pemanjat monumen dilaporkan telah dibebaskan pada Selasa malam.
Sebanyak 11 orang sempat diamankan setelah aksi, terdiri atas enam aktivis pemanjat serta lima orang dari tim penyelamat dan awak pers pendukung.
Greenpeace Indonesia menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, pada 20 Oktober 2026, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, untuk mendesak penanganan krisis iklim dan tekanan biaya hidup ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
4040
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Jakarta - Enam aktivis Greenpeace Indonesia yang sempat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya setelah menggelar aksi protes krisis iklim di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), akhirnya dilaporkan telah dibebaskan.
Informasi pembebasan tersebut disampaikan melalui pembaruan akun Greenpeace Indonesia, @greenpeaceid, sebagaimana tercantum dalam bahan yang dihimpun untuk pemberitaan ini. Dalam pembaruan tersebut, disebutkan bahwa pihak kepolisian tidak menemukan unsur pidana dalam aksi pembentangan spanduk di Monumen Patung Selamat Datang.
Perkembangan itu mengakhiri periode pemeriksaan yang sebelumnya menjadi perhatian setelah enam aktivis belum diperbolehkan meninggalkan Polda Metro Jaya, sementara lima orang lainnya sudah dipulangkan.
Namun, aksi yang berlangsung sejak pagi tersebut tidak hanya menjadi sorotan karena penanganan para aktivis. Greenpeace membawa pesan mengenai hubungan antara krisis iklim, ancaman terhadap penghidupan masyarakat, dan meningkatnya tekanan biaya hidup.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Dua Spanduk Kritik di Monumen Selamat Datang
Instagram: @greenpeaceid ยฉPusakoNews.com
Aksi berlangsung bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebanyak enam aktivis memanjat Monumen Patung Selamat Datang menggunakan teknik tali tunggal atau Single Rope Technique (SRT). Aktivitas pemanjatan dan pembentangan spanduk dilaporkan berlangsung sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB.
Sementara itu, spanduk yang menghadap selatan memuat pertanyaan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?".
Kedua pesan tersebut mencerminkan kritik Greenpeace terhadap penanganan krisis iklim yang, menurut organisasi lingkungan itu, belum cukup melindungi masyarakat dari dampak bencana ekologis dan persoalan ekonomi yang menyertainya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Krisis Iklim Dinilai Memperberat Beban Ekonomi
Instagram: @greenpeaceid ยฉPusakoNews.com
Melalui aksi tersebut, Greenpeace berupaya menempatkan persoalan lingkungan sebagai bagian dari masalah kesejahteraan masyarakat.
Organisasi itu menyoroti bagaimana perubahan kondisi lingkungan dan meningkatnya risiko bencana dapat berpengaruh terhadap harga pangan, pendapatan, pekerjaan, hingga pengeluaran rumah tangga.
Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mendesak pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim, terutama karena dampaknya dinilai semakin memberatkan kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.
Greenpeace juga mengangkat laporan berjudul Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah.
Laporan tersebut digunakan Greenpeace untuk menggambarkan bagaimana persoalan iklim berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari sumber penghasilan masyarakat hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pokok.
Dengan demikian, tuntutan yang disampaikan dalam aksi tidak terbatas pada penanganan kerusakan lingkungan, tetapi juga mencakup perlindungan masyarakat dari tekanan ekonomi yang menurut Greenpeace berkaitan dengan krisis iklim.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Sebelas Orang Sempat Diamankan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dalam bahan, sebanyak 11 orang sempat diamankan. Lima di antaranya merupakan anggota tim penyelamat atau rescue dan awak pers pendukung. ยฉPusakoNews.com
Setelah pembentangan spanduk, petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap enam aktivis dari atas monumen.
Salah seorang aktivis perempuan dilaporkan mengalami kondisi lemas setelah turun. Ia kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk memperoleh penanganan medis, termasuk bantuan oksigen.
Penanganan terhadap peserta aksi selanjutnya menjadi perhatian karena sejumlah orang dibawa ke Polda Metro Jaya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dalam bahan, sebanyak 11 orang sempat diamankan. Lima di antaranya merupakan anggota tim penyelamat atau rescue dan awak pers pendukung.
Kelima orang tersebut lebih dahulu diperbolehkan pulang, sedangkan enam aktivis yang melakukan pemanjatan masih berada di Polda Metro Jaya.
Melalui unggahan media sosialnya, Greenpeace menyampaikan bahwa keenam aktivis belum diperbolehkan meninggalkan kantor kepolisian dan belum memperoleh kejelasan mengenai dasar hukum tindakan tersebut.
Dalam keterangan itu, Greenpeace juga menyebut mereka telah menunggu hampir empat jam terkait proses pelimpahan penanganan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Pada tahap pemeriksaan tersebut, kepolisian disebut tengah mendalami kemungkinan pelanggaran yang berkaitan dengan status kawasan Bundaran HI sebagai cagar budaya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Enam Aktivis Kemudian Dipulangkan
Enam Pemanjat Patung Selamat Datang Dibebaskan Usai Pemeriksaan di Polda Metro ยฉPusakoNews.com
Perkembangan berikutnya muncul melalui informasi pembebasan keenam aktivis pemanjat yang disampaikan pada Selasa malam.
Menurut pembaruan yang dikaitkan dengan Greenpeace Indonesia, enam aktivis tersebut akhirnya diperbolehkan pulang setelah tidak ditemukan unsur pidana dalam tindakan mereka.
Keterangan mengenai tidak ditemukannya unsur pidana dalam paket bahan berasal dari pembaruan Greenpeace. Pernyataan resmi kepolisian yang secara langsung menjelaskan hasil akhir pemeriksaan belum tersedia dalam bahan yang dapat dipastikan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Pemerintah Tanggapi Aspirasi
Instagram: @greenpeaceid ยฉPusakoNews.com
Aksi Greenpeace juga memperoleh tanggapan dari pemerintah daerah dan pusat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan penghargaan terhadap penyampaian aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban umum dan meminta agar spanduk diturunkan dengan mempertimbangkan keindahan kawasan.
Sementara itu, melalui perwakilan Badan Komunikasi Pemerintah, pemerintah pusat menyatakan tidak tinggal diam dalam menghadapi berbagai bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah juga menyebut telah menyiapkan paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun, termasuk dukungan pangan dan upaya menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak, sebagai bagian dari langkah menghadapi tekanan biaya hidup.
Di sisi lain, Greenpeace tetap menekankan perlunya kebijakan yang lebih serius untuk melindungi masyarakat dari dampak krisis iklim.
Aksi di Bundaran HI tersebut mempertemukan dua isu yang menjadi perhatian organisasi lingkungan itu: penanganan bencana ekologis dan kemampuan masyarakat mempertahankan penghidupan di tengah tekanan ekonomi.
Setelah seluruh peserta yang sempat diamankan dilaporkan telah dipulangkan, tuntutan Greenpeace mengenai penanganan krisis iklim dan biaya hidup tetap menjadi pesan utama aksi tersebut.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Greenpeace Indonesia โ Instagram @greenpeaceid
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar