Space Available Bangka Belitung R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Eric Hermawan Dorong Transparansi dan Tata Kelola Pasar Modal Usai Peringatan MSCI

Parlemen
Waktu:

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan meminta pemerintah dan regulator menjawab kekhawatiran investor melalui pembenahan transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, dan kepastian hukum. Ia menilai rencana peningkatan batas minimum saham publik

Ia mendorong OJK dan BEI memperkuat keterbukaan informasi mengenai pemilik manfaat akhir serta menyiapkan peta jalan peningkatan free float menjadi 15 persen.
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan
ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
976
HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia menjadi sorotan dalam upaya memperkuat kepercayaan investor. Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan mendorong pemerintah dan regulator menjadikan situasi tersebut sebagai momentum untuk membenahi transparansi, tata kelola, dan kepastian hukum di pasar modal.

Dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Senin (19/10/2026), Eric menilai kekhawatiran investor perlu dijawab melalui langkah konkret. Menurutnya, persoalan tata kelola yang belum terselesaikan tidak semestinya dipandang sebagai pertentangan dengan MSCI, melainkan sebagai pekerjaan rumah yang perlu ditangani.

โ€œMSCI sejatinya bukan pihak lawan, melainkan cermin atas pekerjaan rumah tata kelola pasar modal yang tertunda,โ€ kata Eric.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keterbukaan informasi mengenai pemilik manfaat akhir (beneficial ownership). Eric mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat transparansi tersebut agar kekhawatiran investor dapat dijawab melalui perbaikan yang terukur.

Ia juga menekankan perlunya peta jalan yang realistis dan transparan dalam rencana peningkatan batas minimum saham publik (free float) menjadi 15 persen. Menurutnya, arah pembenahan perlu disertai langkah yang jelas sehingga pelaksanaannya dapat dipahami oleh pelaku pasar.

Risiko pasar dapat merambat ke sektor riil

Eric turut mengingatkan bahwa tekanan di pasar keuangan berpotensi memengaruhi kegiatan ekonomi apabila berlangsung berkepanjangan. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor bahan baku dan energi, sementara kenaikan imbal hasil instrumen keuangan berisiko meningkatkan biaya pendanaan.

Kondisi tersebut, menurut dia, dapat berpengaruh terhadap bunga kredit, ekspansi usaha, hingga konsumsi rumah tangga. Karena itu, pembenahan pasar modal tidak hanya berkaitan dengan pergerakan saham, tetapi juga dengan upaya menjaga kepercayaan investor dan mendukung aktivitas ekonomi.

Eric juga menyoroti estimasi potensi arus keluar modal sebesar US$3 miliar hingga US$6 miliar apabila Indonesia benar-benar mengalami penurunan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Angka itu merupakan proyeksi berdasarkan skenario alokasi dana indeks pasif, bukan kepastian bahwa dana sebesar tersebut sedang atau pasti keluar dari Indonesia.

NOLAN N64 ORIGINAL โ€“ MADE IN ITALY R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Integritas pasar menjadi perhatian

Peringatan MSCI muncul di tengah gejolak pasar saham Indonesia pada Oktober 2026. Dalam bahan yang disampaikan, MSCI disebut membuka periode konsultasi terkait potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia dengan menyoroti transparansi kepemilikan saham, indikasi transaksi terkoordinasi, serta konsistensi penegakan hukum.

Tekanan pasar terlihat pada perdagangan 16 Oktober 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sekitar 11,6 persen ke level 5.185. Pada periode yang sama, rupiah berada di kisaran Rp18.012 per dolar AS dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun mencapai 7,36 persen.

Bagi Eric, ketahanan ekonomi nasional tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, dan disiplin fiskal. Integritas pasar serta kepastian hukum juga menjadi unsur penting dalam menjaga keyakinan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Pernyataan tersebut menempatkan transparansi kepemilikan, keterbukaan informasi, dan pelaksanaan pembenahan tata kelola sebagai fokus yang perlu diperhatikan pemerintah dan regulator dalam merespons peringatan MSCI.

SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01] Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Parlementaria
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Excellent Aromatica R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.
PUSAKO PILIHAN

Rekomendasi untuk Anda

Temukan bacaan berikutnya.

Pilihan terbaru 1 / 1

Memuat pilihan beritaโ€ฆ

Pilihan menyesuaikan minat di browser ini. Anda dapat menonaktifkan atau meresetnya lewat Kelola minat.

Berita Terkait

Excellent Aromatica R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoHelp
Layanan Jaringan 24 Jam โ€” pesan dapat dikirim kapan saja.
Memuat identitas...
Identitas Tamu
Sebelum chat, kenalkan diri agar PusakoCenter dapat menindaklanjuti bantuan Anda.
Nama wajib. Isi minimal salah satu: Email atau Nomor WhatsApp. Data kontak hanya digunakan untuk layanan PusakoHelp.
Memuat PusakoHelp...
Pesan tersimpan di sistem PusakoNews.