PusakoNews.com, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin meminta pemerintah mempertimbangkan dukungan internasional untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, bantuan dari negara lain dapat menjadi tambahan kapasitas ketika kebakaran berlangsung berkepanjangan dan sulit dikendalikan dengan sumber daya yang tersedia.
Dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria pada 17 Oktober 2026, Syafruddin menekankan bahwa penanganan karhutla tidak semata-mata berkaitan dengan pemadaman api. Dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan langkah penanganan.
Ia berpandangan, penerimaan bantuan asing bukan berarti Indonesia tidak mampu menangani kebakaran. Dukungan tersebut dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan operasional di lapangan, terutama ketika petugas menghadapi medan yang sulit dan titik api yang tidak mudah dijangkau melalui jalur darat.
Bantuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan lapangan
Syafruddin menyebut sejumlah bentuk dukungan yang dapat dipertimbangkan, mulai dari pesawat pemadam, teknologi untuk memantau titik api, peralatan penanggulangan kebakaran, hingga tenaga ahli yang berpengalaman menangani kebakaran hutan berskala besar.
Menurut dia, pemerintah perlu mengevaluasi kebutuhan di setiap wilayah terdampak agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Jika kapasitas dalam negeri belum mencukupi, bantuan internasional perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan terhambat pertimbangan gengsi.
Ia juga meminta agar petugas pemadam, aparat, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran mendapatkan dukungan peralatan, logistik, teknologi, serta perlindungan yang memadai.









Komentar