Donald Trump menunda penerapan sanksi terhadap Rusia dengan alasan kepentingan nasional Amerika Serikat. Keputusan itu memicu kritik setelah Washington menyepakati pembelian solar dari Moskow.
Paket sanksi tersebut menyasar pejabat, perbankan, dan ekspor energi Rusia, termasuk ketentuan tarif hingga 100 persen terhadap lima importir terbesar minyak atau gas Rusia dengan pengecualian tertentu.
Presiden AS Donald Trump, kanan, bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk sebuah pertemuan puncak di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, sebuah pangkalan militer AS di Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus 2025 ยฉPusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
979
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Washington D.C. - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih menangguhkan pemberlakuan paket sanksi ekonomi terhadap Rusia hanya dua hari sebelum batas waktu penerapannya. Keputusan itu dituangkan dalam perintah eksekutif yang ditandatangani pada Jumat (16/10/2026), meskipun undang-undang mengenai sanksi tersebut baru disahkan Trump pada bulan sebelumnya.
Trump menyampaikan kepada Kongres bahwa penangguhan dilakukan demi kepentingan nasional Amerika Serikat. Langkah tersebut membuat sejumlah tindakan pembatasan ekonomi yang sebelumnya dirancang untuk menekan pendanaan Rusia dalam perang di Ukraina tidak diberlakukan sesuai jadwal.
Paket sanksi itu merupakan hasil legislasi bipartisan yang dirancang Senator Republik Lindsey Graham bersama Senator Demokrat Richard Blumenthal. Undang-undang tersebut disahkan dengan dukungan suara besar di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS.
Legislasi itu menggunakan nama Graham, senator Republik yang meninggal secara mendadak pada Juli 2026 setelah kembali dari Ukraina.
Ketentuan dalam undang-undang tersebut mencakup sanksi terhadap pejabat Rusia, lembaga perbankan, serta armada kapal tanker bayangan yang digunakan untuk mengangkut ekspor energi Rusia.
Selain pembatasan langsung terhadap Rusia, aturan tersebut mengarahkan pengenaan tarif hingga 100 persen kepada lima negara pengimpor minyak atau gas Rusia terbesar. Pengecualian diberikan kepada negara yang memenuhi ketentuan tertentu terkait porsi impor gas alam Rusia dan langkah pengurangannya.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kesepakatan Solar Rusia Picu Kritik
Presiden Rusia, Vladimir Putin ยฉPusakoNews.com
Keputusan Trump muncul sekitar satu pekan setelah dirinya mengumumkan kesepakatan Amerika Serikat untuk membeli solar dari Rusia. Kesepakatan itu disebut bertujuan membantu menekan harga bahan bakar global.
Namun, kesepakatan pembelian solar tersebut telah mendapat kritik dari kalangan Partai Republik maupun Demokrat. Para pengkritik menilai transaksi itu berpotensi membantu pendanaan perang Rusia tanpa memberikan pengaruh terhadap harga bahan bakar.
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Don Beyer, menyatakan bahwa dirinya bersama sejumlah politisi lain sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan Trump mengambil langkah tersebut.
Beyer kemudian mendesak Kongres memperbaiki undang-undang sanksi agar kebijakannya benar-benar mendukung Ukraina dan tidak membuka jalan bagi Trump untuk memberikan konsesi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sementara itu, Rusia memberikan tanggapan berbeda. Utusan khusus Putin, Kirill Dmitriev, menyambut keputusan Trump sebagai perkembangan penting dalam hubungan kedua negara.
Dmitriev bahkan menyebut langkah tersebut sebagai momen bersejarah. Melalui media sosial, ia menyatakan dialog ekonomi dan upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Rusia akan terus berlangsung.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Ukraina Soroti Pemilu Paruh Waktu AS
Dari Ukraina, Ketua Komite Kebijakan Luar Negeri dan Kerja Sama Antarparlemen parlemen Ukraina, Oleksandr Merezhko, mengaitkan perubahan kebijakan Trump dengan dinamika politik domestik Amerika Serikat menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Merezhko menilai langkah-langkah terbaru Trump menempatkan Ukraina pada posisi yang kurang menguntungkan. Namun, ia memperkirakan hubungan kedua negara berpeluang membaik setelah pemungutan suara berlangsung.
Merezhko mengakui bahwa Ukraina tetap membutuhkan hubungan konstruktif dengan Washington, meskipun bekerja sama dengan pemerintahan Trump menghadirkan tantangan.
Menurutnya, hubungan yang saling menghormati antara Ukraina dan Amerika Serikat harus tetap dipertahankan, terlepas dari perbedaan pandangan yang muncul.
Situasi ini juga berlangsung ketika Trump semakin sering mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy karena belum mencapai kesepakatan dengan Rusia.
Di dalam negeri Amerika Serikat, Partai Republik menghadapi tantangan mempertahankan mayoritas di Kongres menjelang pemilihan 3 November. Sejumlah jajak pendapat yang dikutip Al Jazeera menunjukkan ketidakpuasan pemilih terhadap penanganan Trump atas perang AS-Israel di Iran serta kenaikan harga.
Dengan keputusan penangguhan tersebut, penerapan paket sanksi baru terhadap Rusia tidak berjalan sesuai tenggat yang sebelumnya ditetapkan dalam undang-undang, sementara perdebatan mengenai kebijakan Washington terhadap Moskow dan Ukraina terus berlangsung.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]Al Jazeera
[02]The White House
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar