Gubernur Pramono Anung meminta seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta meningkatkan kesiagaan untuk melayani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat memburuknya kualitas udara.
Sebanyak 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu menjadi bagian dari jaringan layanan kesehatan Jakarta.
PusakoNews.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kesiagaan rumah sakit dan puskesmas menyusul memburuknya kualitas udara Jakarta dalam dua hingga tiga hari terakhir.
Instruksi tersebut disampaikan Pramono di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap dampak penurunan kualitas udara bagi kesehatan masyarakat, khususnya warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Pramono meminta seluruh fasilitas kesehatan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan medis.
Menurutnya, kesiagaan tidak hanya diperlukan di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas dan puskesmas pembantu yang menjadi bagian dari jaringan pelayanan kesehatan di wilayah Jakarta.
Dalam keterangannya, Pramono mengungkapkan bahwa kondisi udara ibu kota mengalami penurunan selama beberapa hari terakhir. Situasi tersebut menjadi dasar instruksi kepada Dinkes untuk meningkatkan kesiapan pelayanan kesehatan.
Ratusan Fasilitas Kesehatan Jadi Tumpuan Pelayanan
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui BeritaJakarta, jaringan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencakup 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu.
Dengan demikian, terdapat 367 fasilitas kesehatan dalam tiga kelompok layanan tersebut yang menjadi bagian dari kesiagaan pemerintah daerah.
Ketersediaan jaringan fasilitas kesehatan ini menjadi perhatian dalam instruksi gubernur, terutama untuk memastikan warga yang mengalami gangguan pernapasan dapat memperoleh pelayanan kesehatan.
Arahan tersebut menitikberatkan pada kesiapan fasilitas yang sudah tersedia, bukan pengumuman pembentukan layanan kesehatan baru.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Pemantauan Kualitas Udara Jadi Perhatian Pemprov DKI
Selain kesiapan pelayanan kesehatan, Pramono turut menyinggung keberadaan perangkat pemantauan emisi di Jakarta.
Ia menyebut pemerintah provinsi mempunyai ratusan alat pemantau yang dapat digunakan untuk memperoleh data mengenai kondisi udara di wilayah ibu kota.
Menurut Pramono, keberadaan perangkat tersebut memungkinkan pemerintah daerah memiliki informasi pemantauan sendiri, selain data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pernyataan itu menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak hanya memusatkan perhatian pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada pemantauan kondisi lingkungan yang menjadi dasar peningkatan kewaspadaan.
Meski demikian, dalam keterangan yang disampaikan, Pramono tidak merinci angka konsentrasi polutan maupun tingkat indeks kualitas udara Jakarta selama periode penurunan tersebut.
Langkah kesiagaan rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu menjadi respons yang disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang memburuk.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]BeritaJakarta.id
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar