Space Available Wonderful Indonesia R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kapolri Gandeng MUI Jaga Kamtibmas, Polda Metro Jaya Perkuat Penanganan Narkoba dan Tawuran

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Waktu:

Pertemuan Kapolri dengan pimpinan MUI membahas kolaborasi menjaga keamanan, pendekatan kepolisian melalui kegiatan keagamaan, serta penanganan kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menekankan pentingnya kerja sama ulama dan kepolisian dalam menjaga stabilitas serta mendukung kehidupan masyarakat.
apolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
apolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Β©PusakoNews.com
Sesuaikan Ukuran Baca
1084
HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat kerja sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui gerakan "Polisi Bersama Masyarakat". Ajakan tersebut disampaikan dalam kunjungan silaturahim ke Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan yang dihadiri jajaran pimpinan MUI dan pejabat utama Polri itu tidak hanya membahas pentingnya peran ulama dalam menjaga stabilitas keamanan. Kapolri juga menguraikan pendekatan kepolisian yang melibatkan masyarakat, sementara Polda Metro Jaya memaparkan langkah penanganan narkoba, tawuran, dan berbagai tindak kejahatan yang menjadi perhatian warga.

Berdasarkan keterangan yang dipublikasikan MUI, Suyudi menegaskan bahwa pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Ulama, santri, dan lingkungan pesantren dinilai memiliki peran penting dalam membangun komunikasi sekaligus mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan.

Polisi Bersama Masyarakat, Pendekatan hingga Tingkat Polsek

Dalam pertemuan tersebut, Suyudi menjelaskan makna slogan "Polisi Bersama Masyarakat" yang menempatkan kedekatan setiap anggota kepolisian dengan warga sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan.

Pemilihan kata polisi, bukan Polri, menurutnya dimaksudkan untuk menekankan tanggung jawab pribadi seluruh personel, mulai dari pimpinan tertinggi hingga anggota di lapangan.

Penerapan pendekatan tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kegiatan Shalat Subuh Keliling dan Shalat Jumat Keliling.

Melalui kegiatan di masjid, musala, dan pesantren, jajaran Polda, Polres, hingga Polsek diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan keluhan, serta memperoleh informasi mengenai potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Kapolri juga mengaitkan tugas kepolisian dan peran ulama dengan prinsip amar makruf nahi mungkar, yakni mendorong kebaikan dan mencegah perbuatan yang merugikan masyarakat.

Menurutnya, terdapat kesamaan tujuan antara tugas kepolisian dalam menjaga ketertiban dan peran ulama dalam membimbing kehidupan masyarakat, meskipun keduanya menjalankan fungsi yang berbeda.

Silaturahim Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Β©PusakoNews.com

Narkoba, Tawuran, dan Kejahatan Jalanan Jadi Perhatian

Selain memperkuat hubungan dengan ulama, Kapolri menyoroti gangguan keamanan yang berkaitan dengan peredaran minuman keras, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kenakalan remaja, tawuran, dan balap liar.

Suyudi juga mengingatkan adanya ancaman penyalahgunaan rokok elektrik atau vape sebagai sarana penggunaan narkotika cair. Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian yang disampaikannya kepada jajaran MUI.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Prof Dadang Hartanto menjelaskan bahwa jajarannya telah melakukan langkah penanganan terhadap sejumlah kawasan yang diidentifikasi rawan peredaran narkoba.

Menurut Dadang, kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan penertiban dan mendirikan posko pengamanan. Perhatian juga diberikan terhadap aksi tawuran menggunakan senjata tajam serta praktik premanisme yang meresahkan warga.

Penanganan perkara turut disusun berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya bagi masyarakat.

Dalam pemaparan Kapolda, kejahatan jalanan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan penganiayaan termasuk perkara yang diprioritaskan untuk mempercepat pemberian kepastian hukum kepada korban.

Space Available Batak R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Kapolda Metro Jaya Buka Akses Pengaduan Langsung

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Prof Dadang Hartanto (tengah) saat mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam kunjungan silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Prof Dadang Hartanto (tengah) saat mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam kunjungan silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Β©PusakoNews.com

Upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat juga dilakukan melalui penyediaan saluran komunikasi langsung.

Dalam pertemuan di MUI, Dadang membagikan nomor WhatsApp pribadinya, 0811-8129-494, sebagai sarana menerima laporan warga maupun para ulama mengenai gangguan kamtibmas dan kinerja anggota kepolisian.

Menurut keterangannya, jalur komunikasi tersebut diharapkan membantu memilah laporan yang membutuhkan penanganan segera, khususnya kasus kekerasan serta pengaduan mengenai perilaku anggota.

Di luar penanganan perkara, Polda Metro Jaya juga menjalankan kegiatan Subuh Berjamaah dan Safari Jumat Keliling untuk membuka komunikasi dengan masyarakat dan tokoh agama di wilayah Jakarta.

Dadang menilai tantangan menjaga keamanan Jakarta tidak dapat dihadapi hanya melalui langkah teknis kepolisian. Karena itu, ia meminta dukungan moral, doa, dan arahan dari para ulama dalam melaksanakan tugas pengamanan.

MUI Tekankan Stabilitas Keamanan sebagai Fondasi Kehidupan

Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar menegaskan bahwa keamanan menjadi kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Menurut Kiai Anwar, suasana yang aman memungkinkan masyarakat menjalankan ibadah, memperoleh pendidikan, membesarkan anak, serta bekerja mencari penghidupan dengan lebih baik.

"Antara keamanan, kesejahteraan, dan keimanan itu satu paket," ujar Kiai Anwar.

Ia menjelaskan bahwa MUI memiliki dua peran strategis, yakni himayatul ummah sebagai pengayom dan pelindung umat serta shodiqul hukumah sebagai mitra pemerintah.

Kedua peran tersebut menjadi dasar bagi MUI untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, dalam menghadapi persoalan yang menyangkut kehidupan masyarakat.

Sebagai contoh, Kiai Anwar menyinggung penanganan narkoba yang membutuhkan dukungan nilai-nilai agama sekaligus tindakan penegakan hukum.

Ia berpandangan bahwa larangan agama terhadap narkoba perlu berjalan seiring dengan upaya aparat dalam menindak peredarannya.

Ketua Umum MUI juga berharap hubungan kepolisian dengan lingkungan pesantren semakin diperkuat, termasuk melalui terbukanya kesempatan bagi santri dan santriwati untuk mengabdi sebagai anggota Polri.

Pimpinan MUI dan Pejabat Polri Hadiri Pertemuan

Kunjungan Kapolri diterima Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar bersama Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum H Misbahul Ulum, serta Wakil Ketua Umum KH M Cholil Nafis, Buya Anwar Abbas, dan KH Marsudi Syuhud.

Sejumlah pengurus bidang MUI juga hadir dalam kegiatan silaturahim tersebut.

Sementara dari jajaran kepolisian, Kapolri didampingi antara lain Kabaintelkam Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti, Kabaharkam Komjen Pol Herry Heryawan, Kabareskrim Irjen Pol Asep Safrudin, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto, Kadiv Propam Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap, serta Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Pertemuan tersebut mempertemukan dua bentuk keterlibatan dalam pemeliharaan keamanan, yakni pembinaan masyarakat melalui peran ulama dan penanganan gangguan kamtibmas melalui tugas kepolisian.

Kegiatan dialog keagamaan, penanganan kawasan rawan narkoba, prioritas penyelesaian perkara, dan pembukaan akses pengaduan warga menjadi sejumlah langkah yang dipaparkan dalam silaturahim tersebut.

SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01] Majelis Ulama Indonesia (MUI Digital)
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Space Available Lampung R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

NOLAN N64 ORIGINAL – MADE IN ITALY R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoHelp
Layanan Jaringan 24 Jam β€” pesan dapat dikirim kapan saja.
Memuat identitas...
Identitas Tamu
Sebelum chat, kenalkan diri agar PusakoCenter dapat menindaklanjuti bantuan Anda.
Nama wajib. Isi minimal salah satu: Email atau Nomor WhatsApp. Data kontak hanya digunakan untuk layanan PusakoHelp.
Memuat PusakoHelp...
Pesan tersimpan di sistem PusakoNews.