Bek Manchester United itu menilai klub perlu memperkuat skuad untuk bersaing di level tertinggi. Martínez juga meminta agar evaluasi tidak hanya diarahkan kepada pelatih Michael Carrick dan para pemain.
Michael Carrick menanggapi situasi tersebut dengan mengajak tim tetap bersatu, sembari mengakui bahwa emosi dapat muncul setelah kekalahan.
PusakoNews.com, Madrid - Kekalahan Manchester United dari Atlético Madrid di Liga Champions memunculkan kritik terbuka dari bek Lisandro Martínez terhadap pengelolaan klub. Seusai pertandingan yang berakhir 0-2 di Stadion Metropolitano, Selasa (13/10/2026), pemain asal Argentina itu meminta manajemen memperkuat skuad agar tim memiliki kemampuan bersaing yang lebih baik.
Dalam wawancara pascapertandingan dengan Amazon Prime, Martínez menyoroti kebijakan perekrutan pemain dan secara khusus menyebut direktur sepak bola Jason Wilcox. Menurutnya, Manchester United membutuhkan tambahan pemain berkualitas setelah menjalani musim sebelumnya yang dinilai telah memberikan fondasi untuk membangun tim lebih kuat.
Martínez menegaskan bahwa dirinya mengharapkan investasi lebih besar. Ia juga mengakui para pemain harus meningkatkan kontribusi di lapangan, tetapi menilai kesiapan skuad merupakan bagian penting untuk menghadapi pertandingan berlevel tinggi. Kritik tersebut memperlihatkan bahwa evaluasi, menurut pandangannya, tidak cukup hanya berfokus pada penampilan pemain selama pertandingan.
Sorotan terhadap manajemen juga berkaitan dengan masa depan Michael Carrick. Di tengah hasil yang mengecewakan, Martínez mengingatkan bahwa pergantian pelatih secara berulang tidak otomatis menyelesaikan persoalan klub. Ia meminta agar pihak-pihak lain dalam struktur pengelolaan Manchester United turut menjadi bagian dari evaluasi.
Kekalahan di Madrid memperkuat urgensi persoalan tersebut. Atlético berhasil mengamankan kemenangan 2-0, sementara Manchester United kembali menghadapi tekanan setelah gagal memperoleh hasil yang diharapkan. Bagi Martínez, pertandingan itu menjadi gambaran tentang perlunya peningkatan kualitas tim, bukan sekadar alasan untuk menyalahkan pelatih atau pemain.
Carrick sendiri tidak langsung menanggapi substansi kritik tersebut. Ia mengatakan belum melihat wawancara Martínez ketika dimintai komentar setelah pertandingan. Carrick juga mengakui bahwa kekecewaan dapat memunculkan reaksi emosional, seraya menekankan pentingnya kebersamaan tim untuk menghadapi situasi sulit.
Pernyataan Martínez menempatkan kebijakan transfer dan tanggung jawab manajemen sebagai bagian penting dalam pembahasan kondisi Manchester United. Meski demikian, kritik tersebut merupakan pandangan sang pemain, bukan bukti bahwa persoalan klub hanya bersumber dari jajaran pimpinan. Performa di lapangan, kedalaman skuad, keputusan perekrutan, dan pengelolaan tim tetap menjadi aspek berbeda yang perlu dinilai berdasarkan fakta masing-masing.
Dengan demikian, persoalan yang disoroti Martínez bukan semata hasil satu pertandingan, melainkan bagaimana Manchester United membangun skuad yang mampu bersaing secara konsisten. Tuntutan untuk memperkuat tim kini berjalan beriringan dengan kebutuhan memperbaiki hasil pertandingan dan menjaga kekompakan internal.
SOURCE CREDIT / REFERENCES
[01]ESPN — Lisandro Martinez: Man United's harsh reality, blame lies with top brass, not Carrick
[02]Reuters — laporan mengenai kritik Martínez terhadap manajemen Manchester United, 13 Oktober 2026.
[03]The Guardian — laporan mengenai komentar Martínez setelah kekalahan dari Atlético Madrid, 13 Oktober 2026.
[04]Al Jazeera/AFP — laporan mengenai kritik terhadap investasi dan perekrutan pemain Manchester United, 13 Oktober 2026.
AUTHOR: Redaksi PusakoNews
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar