PusakoNews.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi Meutia Hatta, putri Wakil Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus Proklamator, Mohammad Hatta, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah pelestarian sejarah, pemikiran, dan warisan perjuangan Bung Hatta.
Dalam pertemuan itu, Menteri Fadli menegaskan bahwa Mohammad Hatta merupakan salah satu tokoh bangsa yang memiliki peran sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, pelestarian sejarah dan narasi perjuangannya menjadi bagian penting dalam memperkuat memori kolektif bangsa.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kementerian Kebudayaan akan mendukung penataan ruang pamer di tempat kelahiran Bung Hatta yang disusun berdasarkan linimasa perjalanan hidupnya, lengkap dengan koleksi foto dan buku-buku karya beliau.
Temui Meutia Hatta, Fadli Zon Tegaskan Komitmen Rawat Jejak Sejarah Bung Hatta
"Menteri Kebudayaan Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Pemikiran Mohammad Hatta"
Selain itu, Kementerian juga berencana meresmikan Museum Hatta-Sjahrir di Sukabumi, yang dahulu menjadi lokasi pengasingan kedua tokoh nasional tersebut. Upaya lain yang tengah disiapkan meliputi penyelenggaraan sayembara pembuatan film bertema sejarah, termasuk film tentang Bung Hatta, serta penerjemahan buku-buku mengenai Bung Hatta ke dalam bahasa Inggris agar dapat dikenal lebih luas di tingkat internasional.
Menteri Fadli juga mengusulkan agar Rumah Bung Hatta di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Menurutnya, rumah tersebut layak dilestarikan dan dikembangkan sebagai destinasi sejarah yang memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.
Meutia Hatta menyambut positif berbagai rencana tersebut, khususnya revitalisasi Rumah Bung Hatta sebagai bagian dari pelestarian warisan sejarah perjuangan bangsa. Ia juga menyampaikan sejumlah agenda yang akan diselenggarakan serta berharap Menteri Kebudayaan dapat turut menghadirinya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, serta Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Annisa Rengganis.
[PusakoNews.com/red]


Komentar