FIFA World Cup 2026 R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Gelombang Baliho Pakubuwono XIV Hangabehi Meluas, Dukungan dari Solo Raya hingga Jawa Timur Terus Bertambah

Sosial Budaya

"Gelombang Baliho Pakubuwono XIV Hangabehi Meluas, Hampir 60 Titik Sudah Berdiri"

Dukungan untuk Pakubuwono XIV Hangabehi Menguat, Baliho Segera Menyebar ke Jawa Timur
Baliho Pakubuwono XIV Hangabehi di Perempatan Baron, Laweyan, Solo, Jumat (5/6/2026). Puluhan baliho Pakubuwono XIV Hangabehi mulai bermunculan di berbagai daerah, termasuk Kota Solo
Baliho Pakubuwono XIV Hangabehi di Perempatan Baron, Laweyan, Solo, Jumat (5/6/2026). Puluhan baliho Pakubuwono XIV Hangabehi mulai bermunculan di berbagai daerah, termasuk Kota Solo

Rangkuman Berita

  • Solo Raya Bergerak, Baliho Pakubuwono XIV Hangabehi Siap Membanjiri Sejumlah Daerah
  • Fenomena Baliho Pakubuwono XIV Hangabehi Kian Masif, Ini Daftar Daerah yang Menyusul
  • Hampir 60 Titik Terpasang, Dukungan untuk Pakubuwono XIV Hangabehi Terus Bergelombang
Sesuaikan Ukuran Baca
527
ExcellentAromatica R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Surakarta - Gelombang pemasangan baliho Pakubuwono XIV Hangabehi terus menunjukkan tren peningkatan dan diperkirakan akan meluas ke berbagai daerah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Setelah sebelumnya terpasang di sejumlah titik strategis, kini berbagai wilayah lain disebut tengah bersiap mengikuti langkah serupa sebagai bagian dari sosialisasi yang berlangsung di tengah dinamika internal Keraton Surakarta Hadiningrat.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, mengungkapkan bahwa inisiatif pemasangan baliho berkembang secara alami dari masyarakat dan kelompok pendukung di berbagai daerah yang merasa memiliki keterikatan dengan perjuangan menjaga serta melestarikan adat dan tradisi Keraton Surakarta.

“Masing-masing daerah bergerak sesuai inisiatifnya. Saat saya tanyakan kebutuhan titik pemasangan, ternyata ada yang sudah memasang lebih dahulu. Itu merupakan bagian dari proses sosialisasi yang sedang berjalan,” ujar KPH Eddy saat ditemui di Kantor Badan Pengelola Keraton Surakarta, Jumat (5/6/2026).

Hampir 60 Titik Baliho Telah Terpasang

Menurut KPH Eddy, hingga saat ini baliho Pakubuwono XIV Hangabehi telah tersebar di hampir 60 titik yang berada di sejumlah wilayah. Di Kota Surakarta sendiri, baliho tersebut sebelumnya terpasang di kawasan Perempatan Gladak dan kini juga terlihat di Perempatan Baron.

Di luar Solo, beberapa daerah seperti Kudus dan Demak bahkan disebut telah lebih dahulu melakukan pemasangan secara mandiri. Antusiasme tersebut, menurutnya, muncul dari masyarakat yang merasa menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mempertahankan eksistensi adat dan budaya Keraton Surakarta.

“Mereka merasa menjadi bagian dari keluarga besar yang turut berjuang dari berbagai wilayah. Bahkan ada yang lebih dulu memasang baliho di Kudus dan Demak. Saat ini sudah hampir 60 titik tersebar di berbagai daerah, sementara di Solo masih berproses untuk beberapa titik lainnya,” jelasnya.

Sejumlah Daerah Bersiap Menyusul

KPH Eddy mengungkapkan bahwa sejumlah daerah lain telah menyatakan kesiapan untuk ikut memasang baliho Pakubuwono XIV Hangabehi dalam waktu dekat. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Ngawi, Boyolali, Kota Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara, Magelang, Trenggalek, Karanganyar, Klaten, Magetan, serta beberapa daerah lainnya.

Mayoritas pemasangan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, simpatisan, maupun kelompok pendukung yang berada di daerah masing-masing. Dengan pola gerakan yang berkembang secara mandiri tersebut, jumlah titik pemasangan diperkirakan masih akan terus bertambah dalam beberapa waktu mendatang.

Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Spirit Pelestarian Adat dan Tradisi

Lebih lanjut, KPH Eddy menilai dukungan yang terus bermunculan dari berbagai daerah tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan para abdi dalem serta elemen masyarakat yang selama ini mengikuti perjalanan dan perkembangan Keraton Surakarta.

Menurutnya, banyak pihak yang merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga keberlangsungan adat, budaya, dan tradisi yang telah menjadi bagian penting dari sejarah Keraton Surakarta.

“Mereka merasakan bagaimana proses perjuangan mempertahankan adat dan tradisi budaya berlangsung sejak lama. Spirit itu telah terbangun sejak tahun 2004. Karena itu mereka merasa menjadi bagian dari elemen yang ikut memperjuangkan keberlanjutan adat dan tradisi tersebut,” tuturnya.

Tanggapi Wacana Langkah Hukum

Di tengah meluasnya pemasangan baliho, KPH Eddy juga memberikan tanggapan terkait rencana pelaporan dugaan penyebaran hoaks yang disebut akan ditempuh oleh kubu Pakubuwono XIV Purbaya.

Menurutnya, upaya hukum merupakan langkah yang sah dan dapat menjadi sarana untuk memberikan kejelasan mengenai posisi serta legalitas masing-masing pihak dalam dinamika yang berkembang di lingkungan Keraton Surakarta.

“Bagus jika memang akan ditempuh melalui jalur hukum. Nanti bisa dibuktikan secara terbuka. Saya berharap proses itu benar-benar dilakukan agar semakin jelas siapa yang menempatkan diri sesuai posisinya dan siapa yang tidak,” tegasnya.

Meluasnya pemasangan baliho Pakubuwono XIV Hangabehi di berbagai daerah menunjukkan tingginya partisipasi dan perhatian masyarakat terhadap perkembangan Keraton Surakarta Hadiningrat. Di sisi lain, dinamika yang terjadi juga menandai masih kuatnya keterikatan sejumlah elemen masyarakat terhadap upaya pelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan Keraton Surakarta dari generasi ke generasi.
[PusakoNews.com/red]

Space Available Balikpapan R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Palembang R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews