"Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakat Perkuat Aliansi, Dunia Soroti Poros Baru Asia"
Kunjungan Bersejarah Xi ke Pyongyang, China-Korea Utara Masuki Babak Baru
Presiden China Xi Jinping dan Pemimpin Korea Kim Jong Un
Rangkuman Berita
Disambut Meriah di Pyongyang, Xi Jinping Tegaskan Masa Depan China-Korea Utara
Xi Jinping Bertemu Kim Jong Un, Kerja Sama Ekonomi dan Politik Makin Erat
China-Korea Utara Sepakat Perkuat Kemitraan, Pengaruh Rusia Ikut Jadi Sorotan
Sesuaikan Ukuran Baca
651
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Pyongyang - Presiden China Xi Jinping dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan komitmen untuk mempererat hubungan bilateral dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Xi ke Pyongyang yang memasuki hari kedua dan terakhir. Kunjungan ini menjadi perjalanan pertama Xi ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir sekaligus kunjungan luar negeri pertamanya pada tahun ini, sebuah langkah yang dinilai memiliki makna strategis penting bagi arah diplomasi Beijing.
Dalam berbagai agenda resmi, kedua pemimpin menekankan pentingnya memperkuat kerja sama politik, ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang. Xi menyebut hubungan China dan Korea Utara berada pada “titik awal sejarah baru” serta menghadapi “misi baru di era ini”.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Simbol Penguatan Poros Beijing–Pyongyang
Xi dan Kim Pererat Hubungan Strategis, Sinyal Kuat untuk Amerika Serikat
Bagi Beijing, Korea Utara dipandang sebagai elemen penting dalam konfigurasi strategis kawasan, terutama di tengah meningkatnya rivalitas dengan Amerika Serikat. Profesor Hubungan Internasional Universitas Sogang, Jaechun Kim, menilai semakin eratnya hubungan China dan Rusia membuat posisi Korea Utara menjadi semakin penting dalam membangun kerja sama trilateral di antara ketiga negara.
Menurutnya, kebutuhan Xi untuk berkunjung ke Pyongyang semakin mendesak sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur kerja sama strategis yang melibatkan China, Rusia, dan Korea Utara.
Di sisi lain, peneliti Institut Studi Korea Utara Universitas Dongguk, Kim Young-hee, menilai fokus utama Pyongyang dalam pertemuan tersebut lebih mengarah pada perluasan kerja sama ekonomi ketimbang isu politik maupun militer.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Sambutan Meriah untuk Xi Jinping
Setibanya di Pyongyang, Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan mendapat sambutan megah dari Kim Jong Un dan Ibu Negara Ri Sol Ju. Karpet merah panjang, barisan kehormatan militer, anak-anak yang mengibarkan bendera kedua negara, balon warna-warni, hingga ribuan warga yang bersorak menyambut kedatangan delegasi China.
Pada malam hari, Xi dan Peng menghadiri jamuan kenegaraan yang disertai pertunjukan seni, tari, dan akrobatik di Gimnasium Pyongyang.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Ziarah ke Menara Persahabatan dan Sekolah Kader
Xi Jinping di Menara Persahabatan
Dalam agenda hari kedua, Xi dan Kim beserta pasangan masing-masing mengunjungi Menara Persahabatan China–Korea Utara, monumen yang didedikasikan bagi tentara China yang bertempur dalam Perang Korea.
Kedua pemimpin mengheningkan cipta untuk menghormati para prajurit yang gugur dan menegaskan komitmen melanjutkan semangat kerja sama historis antara kedua negara.
Xi dan Kim juga mengunjungi Sekolah Kader Pusat Partai Buruh Korea, lembaga pendidikan politik tertinggi di Korea Utara. Dalam kunjungan tersebut, mereka menyaksikan proses pembelajaran, berkeliling kampus menggunakan kendaraan listrik, serta menanam pohon cemara sebagai simbol persahabatan abadi antara Beijing dan Pyongyang.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kim Tegaskan Persahabatan dengan China Prioritas Utama
Kedua pemimpin tersebut mampir untuk mengamati sebuah kuliah, berkeliling kampus dengan kendaraan listrik, dan menanam pohon cemara yang melambangkan persahabatan abadi antara Tiongkok dan Korea Utara
Dalam pembicaraan bilateral, Kim Jong Un menyatakan bahwa Korea Utara akan terus menempatkan persahabatan dengan China sebagai prioritas utama kebijakan luar negerinya.
Menurut Kim, keputusan Xi menjadikan Pyongyang sebagai tujuan kunjungan kenegaraan pertama tahun ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan kedua negara. Ia menegaskan bahwa persahabatan China dan Korea Utara tetap kokoh meskipun dunia menghadapi berbagai gejolak internasional.
Kim juga kembali menyatakan dukungan terhadap prinsip “Satu China” dan kebijakan Partai Komunis China.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Delegasi Tingkat Tinggi Ikut Mendampingi Xi
Xi didampingi oleh beberapa orang terpenting dalam pemerintahannya dalam kunjungan kenegaraan ini
Xi datang ke Pyongyang bersama sejumlah pejabat paling berpengaruh dalam pemerintahan China. Delegasi tersebut antara lain mencakup Cai Qi, anggota senior Politbiro sekaligus orang kepercayaan Xi, Menteri Pertahanan Dong Jun, Menteri Luar Negeri Wang Yi, dan Menteri Perdagangan Wang Wentao.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan besarnya perhatian Beijing terhadap hasil kunjungan ini, termasuk dalam aspek pertahanan, diplomasi, dan kerja sama ekonomi.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Posisi Tawar Kim Menguat Berkat Hubungan dengan Rusia
Para analis menilai Kim Jong Un kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dibandingkan saat pertemuan terakhirnya dengan Xi pada 2019.
Peningkatan hubungan strategis dengan Rusia dinilai telah mengurangi ketergantungan Pyongyang terhadap Beijing. Ahli ekonomi Korea Utara dari Institut Sejong, Eun-ju Choi, menyebut Korea Utara kini memiliki alternatif dukungan diplomatik dan ekonomi yang lebih luas.
Situasi tersebut diperkirakan akan dimanfaatkan Kim untuk memperoleh manfaat konkret dari pertemuan dengan Xi, termasuk perluasan perdagangan, bantuan energi dan pangan, serta peningkatan jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Korea Utara.
Menjelang kunjungan Xi, China juga telah memulihkan layanan kereta penumpang menuju Pyongyang dan membuka kembali penerbangan langsung. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Korea Utara yang mulai membuka diri setelah penutupan perbatasan akibat pandemi sejak 2020.
Sebelum pandemi, wisatawan China merupakan kelompok pengunjung asing terbesar di Korea Utara, dengan jumlah mencapai sekitar 350.000 orang pada 2019 dan menjadi salah satu sumber devisa penting bagi Pyongyang.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Perjanjian Pertahanan Bersejarah Berusia 65 Tahun
Kunjungan Xi berlangsung bertepatan dengan peringatan ke-65 Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik China–Korea Utara yang ditandatangani pada 1961.
Perjanjian tersebut merupakan satu-satunya pakta pertahanan yang secara hukum masih mengikat China dengan negara lain. Salah satu klausulnya mengatur kewajiban masing-masing pihak untuk memberikan bantuan militer dan bantuan lainnya apabila salah satu negara diserang.
Meski hubungan kedua negara sempat mengalami pasang surut, perjanjian tersebut terus diperpanjang, terakhir pada 2021.
Namun, dinamika baru muncul setelah Korea Utara menandatangani pakta pertahanan serupa dengan Rusia pada Juni 2024, yang memunculkan kekhawatiran di Beijing mengenai arah kebijakan luar negeri Pyongyang.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
China Berupaya Menjaga Pengaruh di Tengah Kedekatan Pyongyang–Moskow
Hubungan Korea Utara dan Rusia yang semakin erat menjadi salah satu latar belakang penting kunjungan Xi. Beijing dikabarkan mengkhawatirkan semakin besarnya pengaruh Moskow terhadap Pyongyang, terutama setelah muncul laporan mengenai dukungan pasukan Korea Utara terhadap operasi militer Rusia di Ukraina.
Meski demikian, sejumlah analis menilai China tetap memegang peranan penting sebagai mitra ekonomi utama Korea Utara. Dukungan perdagangan, investasi, serta akses ekonomi dari Beijing masih menjadi faktor yang sulit digantikan oleh negara lain.
Kunjungan Bernilai Diplomatik Tinggi
Pilihan Xi untuk menjadikan Korea Utara sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertamanya tahun ini dipandang sebagai sinyal kuat mengenai prioritas diplomasi China.
Dalam beberapa tahun terakhir, tujuan perjalanan luar negeri pertama Xi selalu mencerminkan fokus kebijakan luar negeri Beijing, mulai dari Asia Tengah pada 2022, Rusia pada 2023, Eropa pada 2024, hingga negara-negara ASEAN pada 2025.
Melalui kunjungan ke Pyongyang tahun ini, Beijing tampak ingin menegaskan kembali pentingnya hubungan dengan Korea Utara sebagai mitra strategis utama di kawasan serta memperkuat pengaruhnya dalam dinamika geopolitik yang terus berubah.
Delegasi Tiongkok dan Korea Utara mengadakan pembicaraan di Rumah Tamu Negara Kumsusan, tempat Xi menginap selama kunjungannya.
Menutup rangkaian agenda di Pyongyang, Xi menegaskan bahwa China dan Korea Utara merupakan dua negara yang “terhubung oleh pegunungan dan sungai serta memiliki takdir yang sama”. Ia juga mengungkapkan telah mencapai sejumlah kesepahaman penting dengan Kim Jong Un untuk memperdalam kerja sama tingkat tinggi dan mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar