"Kodaeral IX dan Wanadri Women Divers Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru dari Ancaman Kerusakan"
Aksi Nyata di Laut Maluku! Kodaeral IX dan Wanadri Tanam Ratusan Bibit Terumbu Karang
Kegiatan penyelaman konservasi yang dilaksanakan oleh Tim Kodaeral IX bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers di kawasan perairan Pantai Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Sabtu (6/6/2026)
Rangkuman Berita
Pantai Jikumerasa Jadi Lokasi Misi Konservasi Laut, Kodaeral IX Turun Langsung
Penyelaman Konservasi di Pulau Buru, Tim Kodaeral IX Bersihkan Sampah Bawah Laut
Terumbu Karang Pulau Buru Direhabilitasi, Kodaeral IX dan Wanadri Bergerak Cepat
Sesuaikan Ukuran Baca
665
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
PusakoNews.com, Kabupaten Buru - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan laut kembali ditunjukkan melalui kegiatan penyelaman konservasi yang dilaksanakan oleh Tim Kodaeral IX bersama Tim Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers di kawasan perairan Pantai Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya nyata menjaga keberlanjutan ekosistem bawah laut sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan sumber daya kelautan yang menjadi aset berharga bagi Indonesia sebagai negara maritim.
Penyelaman konservasi dipimpin langsung oleh Komandan Operasi Ekspedisi Selam Wanadri Women Divers, Jose Najri Nanda, yang menegaskan bahwa kegiatan difokuskan pada pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang untuk keperluan transplantasi serta pembersihan sampah yang berada di dasar laut. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir dan bawah laut Pulau Buru yang memiliki potensi keanekaragaman hayati laut yang tinggi.
Menurut Jose, keberadaan terumbu karang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Selain menjadi habitat berbagai jenis biota laut, terumbu karang juga berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi serta mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan pariwisata bahari. Oleh karena itu, upaya rehabilitasi dan perlindungan terumbu karang perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan konservasi yang terencana dan melibatkan berbagai pihak.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan di lapangan, personel yang terlibat dibagi ke dalam empat tim operasional, yaitu Team Alfa, Team Bravo, Team Charli, dan Team Delta. Masing-masing tim memiliki tugas dan area kerja yang berbeda sesuai dengan kebutuhan konservasi di lokasi penyelaman.
Team Alfa bertugas melakukan pengambilan fragmen atau bibit terumbu karang yang dinilai layak untuk dikembangkan kembali melalui metode transplantasi. Selain itu, tim ini juga melaksanakan pembersihan sampah yang ditemukan di dasar laut selama proses penyelaman berlangsung.
“Tim ini berfokus pada identifikasi dan pengumpulan bibit karang yang layak untuk dikembangkan kembali pada lokasi transplantasi,” ujar Jose Najri Nanda saat menjelaskan tugas yang diemban Team Alfa.
Fragmen karang yang berhasil dikumpulkan kemudian diserahkan kepada Team Bravo untuk ditanam pada media transplantasi berupa spider, yaitu struktur khusus yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya bibit terumbu karang di dasar laut. Proses transplantasi dilakukan secara hati-hati guna memastikan bibit karang dapat beradaptasi dengan baik dan memiliki peluang hidup yang tinggi.
Pelaksanaan kegiatan Team Bravo dipimpin langsung oleh Perwira Kodaeral IX, Lettu (Mar) Wahyudi, yang mengawasi seluruh tahapan transplantasi agar berjalan sesuai prosedur konservasi dan standar teknis yang berlaku. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan efektivitas program rehabilitasi terumbu karang sekaligus menjaga kualitas hasil transplantasi yang dilakukan di kawasan konservasi.
Sementara itu, Team Charli menjalankan tugas yang serupa dengan Team Alfa, yakni melakukan pengambilan fragmen terumbu karang dan pembersihan sampah bawah laut. Dalam pelaksanaannya, tim ini berhasil mengidentifikasi dan mengambil fragmen dari jenis terumbu karang Porites Verrucosa, salah satu spesies karang yang dikenal memiliki bentuk menyerupai kembang kol, bercabang, namun memiliki struktur yang keras dan kokoh seperti batu.
Jenis karang tersebut merupakan salah satu spesies yang umum ditemukan di berbagai perairan tropis dan memiliki peran penting dalam pembentukan struktur terumbu karang yang sehat. Pemilihan fragmen dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi biologis karang agar dapat tumbuh secara optimal setelah ditransplantasikan.
Di sisi lain, Team Delta bertanggung jawab melakukan penanaman bibit terumbu karang pada media spider yang telah dipersiapkan sebelumnya. Selain melaksanakan transplantasi, tim ini juga melakukan pemasangan media spider pada sejumlah titik yang telah ditentukan sebagai lokasi konservasi. Pemasangan media tanam dilakukan untuk memperluas area rehabilitasi dan menciptakan ruang tumbuh baru bagi bibit-bibit karang yang telah dikumpulkan.
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Kegiatan Team Delta juga dipimpin langsung oleh Lettu (Mar) Wahyudi guna memastikan seluruh proses pemasangan media transplantasi dan penanaman bibit karang berlangsung dengan baik, aman, dan sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi lingkungan laut.
Selain fokus pada rehabilitasi terumbu karang, seluruh tim yang terlibat turut melakukan pembersihan sampah bawah laut yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Sampah yang berada di dasar laut dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari menghambat pertumbuhan karang hingga mengancam kehidupan biota laut yang hidup di sekitarnya. Oleh sebab itu, kegiatan pembersihan menjadi bagian penting dalam rangkaian aksi konservasi yang dilaksanakan.
Pelaksanaan penyelaman konservasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara Kodaeral IX dan Wanadri Women Divers dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan laut Indonesia. Kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada rehabilitasi ekosistem terumbu karang, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kebersihan laut dan melindungi sumber daya alam bawah laut bagi generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini diharapkan kondisi terumbu karang di kawasan Pantai Jikumerasa dan perairan Pulau Buru dapat terus terjaga, sehingga mampu mendukung keberlanjutan ekosistem laut serta memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aksi konservasi yang dilakukan juga menjadi contoh konkret bahwa upaya menjaga lingkungan laut membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari institusi, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat luas.
Kegiatan penyelaman konservasi yang berlangsung di perairan Pantai Jikumerasa tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, pelestarian terumbu karang serta kebersihan laut diharapkan dapat terus menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan dalam menjaga kekayaan maritim Indonesia. [PusakoNews.com/red]
Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews
Komentar
Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Komentar