Space Available Pasuruan R7

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Rupiah Menembus Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Tingkatkan Intensitas Intervensi untuk Menjaga Stabilitas Pasar Keuangan

Pasar Valas (Forex)

"Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Tancap Gas Lakukan Intervensi"

Nilai Tukar Rupiah Tertekan hingga Rp18.000, Ini Langkah Darurat Bank Indonesia
Rupiah Menembus Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Tingkatkan Intensitas Intervensi untuk Menjaga Stabilitas Pasar Keuangan
Rupiah Menembus Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Tingkatkan Intensitas Intervensi untuk Menjaga Stabilitas Pasar Keuangan

Rangkuman Berita

  • Rupiah Jebol Level Psikologis Rp18.000, BI Siapkan Strategi Stabilkan Pasar
  • Dolar AS Makin Perkasa, BI Tingkatkan Intervensi Saat Rupiah Sentuh Rp18.000
  • Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar, Bank Indonesia Bergerak Cepat
Sesuaikan Ukuran Baca
520
Space Available Banten R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

PusakoNews.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah setelah mata uang nasional mengalami tekanan dan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Langkah penguatan kebijakan dilakukan melalui peningkatan intensitas intervensi di pasar keuangan serta optimalisasi berbagai instrumen moneter guna memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas dan memperkecil peluang terciptanya perdamaian dalam waktu dekat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap tingginya harga minyak dunia, meningkatnya risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain faktor eksternal, kebutuhan valuta asing di dalam negeri juga mengalami peningkatan. Permintaan valas yang tinggi terjadi seiring berlangsungnya periode repatriasi dividen perusahaan serta kewajiban pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo, sehingga turut memberikan tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.

HASKARA TRANS R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Rupiah Menembus Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Tingkatkan Intensitas Intervensi untuk Menjaga Stabilitas Pasar Keuangan

Menghadapi situasi tersebut, Bank Indonesia memastikan akan terus hadir di pasar untuk menjaga agar mekanisme perdagangan berjalan secara sehat dan efisien. Otoritas moneter juga akan memperkuat efektivitas kebijakan melalui peningkatan intensitas intervensi guna memastikan nilai tukar rupiah tetap bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi nasional.

Upaya stabilisasi dilakukan secara berkelanjutan melalui sejumlah instrumen yang selama ini menjadi andalan bank sentral. Intervensi akan dilaksanakan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot di pasar domestik, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Selain itu, Bank Indonesia juga akan melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas pasar keuangan dan memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Tidak hanya mengandalkan intervensi pasar, BI juga memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter yang berorientasi pasar atau pro-market. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga daya tarik aset keuangan domestik di mata investor global sehingga aliran modal asing tetap terjaga dan mendukung stabilitas pasar keuangan nasional.

Koordinasi dengan pelaku pasar, korporasi, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya juga terus dilakukan secara intensif. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan respons kebijakan berjalan efektif dan mampu meredam gejolak yang muncul akibat dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan panjang, Bank Indonesia terus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi internasional melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar yang berasal dari perubahan kondisi pasar global.

Hingga saat ini, kerja sama LCT telah dijalankan Indonesia dengan sejumlah negara mitra strategis, antara lain Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Pemanfaatan skema tersebut menunjukkan tren yang terus meningkat. Hingga April 2026, nilai transaksi melalui LCT tercatat mencapai sekitar 22,7 miliar dolar AS, mendekati realisasi sepanjang tahun 2025 yang berada pada kisaran 25,7 miliar dolar AS.

Space Available Gorontalo R5

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Rupiah Menembus Rp18.000 per Dolar AS, Bank Indonesia Tingkatkan Intensitas Intervensi untuk Menjaga Stabilitas Pasar Keuangan

Bank Indonesia menilai bahwa pelemahan rupiah masih berada dalam pola yang relatif sejalan dengan pergerakan mata uang negara-negara berkembang lainnya di kawasan. Secara year-to-date (YTD), rupiah tercatat mengalami depresiasi sekitar 7,44 persen. Meskipun demikian, ketahanan sektor eksternal Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu menjadi bantalan terhadap berbagai tekanan global yang terjadi saat ini.

Kepercayaan terhadap fundamental ekonomi nasional juga diperkuat oleh posisi cadangan devisa yang tetap berada pada level tinggi. Hingga akhir April 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 146,2 miliar dolar AS. Posisi tersebut dinilai memadai untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memenuhi kebutuhan pembiayaan eksternal pemerintah dan sektor swasta.

Di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik geopolitik, tingginya harga energi, dan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi internasional, Bank Indonesia menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga, pasar keuangan nasional tetap kondusif, dan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus berlanjut secara berkelanjutan.
[PusakoNews.com/red]

Pasang Iklan di PusakoNews.com R9

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait

Space Available Nusa Tenggara Barat R6

Iklan ini ditayangkan oleh PusakoNews