PusakoNews.com, New York - Hubungan antara Israel dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memanas setelah muncul laporan bahwa Israel dimasukkan ke dalam daftar hitam pelaku kekerasan seksual terkait konflik bersenjata oleh PBB. Langkah tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Israel yang menilai keputusan itu sebagai tindakan bermuatan politik dan tidak dapat diterima.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyatakan bahwa negaranya akan menghentikan hubungan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyusul laporan tahunan PBB mengenai kekerasan seksual dalam konflik yang segera dipublikasikan.
“Kami sudah selesai dengan sekretaris jenderal ini,” ujar Danon dalam video yang diunggah melalui platform X pada Kamis waktu setempat.
Menurut Danon, keputusan memasukkan Israel ke dalam daftar hitam tersebut merupakan tuduhan serius yang dinilai tidak berdasar. Ia mengecam keras langkah PBB yang dianggap menyamakan Israel dengan kelompok Hamas dalam isu penggunaan kekerasan seksual sebagai senjata perang.
“Keputusan untuk memasukkan Israel ke daftar hitam dan menuduh kami menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata perang adalah keputusan yang keterlaluan,” tegasnya.
Misi Israel untuk PBB juga mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan menjalin komunikasi dengan kantor Sekretaris Jenderal PBB selama Antonio Guterres masih menjabat. Pernyataan serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Israel yang menilai organisasi dunia tersebut telah kehilangan netralitas dan secara sistematis menjadikan Israel sebagai sasaran utama.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menyebut keputusan PBB itu sebagai tindakan memalukan dan tidak masuk akal. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti bahwa PBB telah berubah menjadi organisasi yang dipolitisasi dan menyimpang dari prinsip-prinsip pendiriannya.
Sementara itu, pihak PBB melalui juru bicara Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dengan Israel meskipun hubungan kedua pihak tengah mengalami ketegangan serius.
“Dari pihak kami, pintu sekretaris jenderal tetap terbuka,” ujar Dujarric.
Di sisi lain, Pelapor Khusus PBB untuk Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Perempuan, Reem Alsalem, justru menilai langkah memasukkan Israel ke dalam daftar hitam tersebut sudah seharusnya dilakukan sejak lama.
Menurut Alsalem, berbagai laporan independen telah mendokumentasikan adanya kekerasan seksual sistematis, dalam skala besar, dan brutal terhadap perempuan, laki-laki, maupun anak-anak Palestina.
“Langkah ini sudah lama tertunda,” tulis Alsalem melalui akun X miliknya.
- Geger! PBB Tuduh Israel Gunakan Kekerasan Seksual dalam Konflik Gaza
- Israel Putus Hubungan dengan Sekjen PBB Setelah Masuk Daftar Hitam
- PBB Seret Israel ke Daftar Pelaku Kekerasan Seksual Perang, Dunia Bereaksi


Komentar