PusakoNews.com, Narayanganj - Pemerintah Bangladesh mengambil langkah tak biasa menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan membatalkan penyembelihan seekor kerbau albino langka yang dijuluki “Donald Trump”. Hewan tersebut sebelumnya telah dijual untuk dijadikan hewan kurban, namun akhirnya diselamatkan dan dipindahkan ke kebun binatang nasional setelah viral di media sosial dan menarik perhatian publik secara luas.
Kerbau unik itu berasal dari sebuah peternakan di Narayanganj, wilayah yang berada dekat ibu kota Dhaka. Julukan “Donald Trump” disematkan masyarakat karena kerbau tersebut memiliki jambul berwarna pirang yang dinilai menyerupai gaya rambut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penampilannya yang tidak biasa membuat video dan foto kerbau tersebut cepat menyebar di media sosial hingga menjadi perbincangan hangat masyarakat Bangladesh.

Popularitas hewan berbobot sekitar 700 kilogram itu meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Warga dari berbagai daerah datang langsung ke lokasi peternakan hanya untuk melihat dari dekat kerbau albino tersebut. Selain warna bulunya yang langka, banyak pengunjung juga menilai kerbau itu memiliki sifat jinak dan tenang sehingga semakin menarik perhatian publik.
Pemilik kerbau, Ziauddin Mridha, sebelumnya telah menjual hewan tersebut kepada pihak lain untuk disembelih pada momentum Idul Adha. Namun rencana tersebut berubah setelah tingginya sorotan masyarakat memicu perhatian pemerintah.

Kementerian Dalam Negeri Bangladesh kemudian mengambil keputusan untuk menghentikan proses penyembelihan. Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed disebut memerintahkan agar kerbau tersebut tidak dijadikan hewan kurban. Pemerintah juga meminta agar dana pembelian dikembalikan kepada pembeli, sementara kerbau itu dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional Bangladesh di Dhaka guna menjamin keselamatan dan keamanan hewan tersebut.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Bangladesh menjelaskan bahwa keputusan penyelamatan diambil pada saat-saat terakhir karena tingginya perhatian publik yang dianggap tidak biasa. Pemerintah khawatir kerumunan masyarakat yang terus berdatangan dapat memicu gangguan keamanan apabila penyembelihan tetap dilakukan.

Fenomena kerbau “Donald Trump” menjadi perbincangan luas di Bangladesh karena kerbau albino termasuk hewan yang sangat jarang ditemukan. Di negara tersebut, kerbau memang umum dipelihara dan digunakan sebagai hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Namun kemunculan kerbau albino dengan ciri fisik unik seperti jambul pirang menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat.


Komentar