PusakoNews.com, Zürich - Penyanyi pop dunia Shakira kembali menjadi sorotan internasional setelah dipercaya membawakan lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026 bertajuk “Dai Dai”. Keterlibatan Shakira dalam ajang sepak bola terbesar dunia itu memperkuat posisinya sebagai ikon musik Piala Dunia, setelah sebelumnya sukses besar melalui lagu “Waka Waka (This Time for Africa)” pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Keputusan FIFA kembali menggandeng Shakira dinilai bukan tanpa alasan. Selama lebih dari satu dekade, nama Shakira telah melekat kuat dengan atmosfer dan semangat Piala Dunia. Lagu “Waka Waka” yang dibawakannya pada 2010 bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga dianggap berhasil merepresentasikan semangat persatuan global melalui perpaduan musik pop Latin, ritme Afrika, dan energi khas sepak bola dunia. Lagu tersebut bahkan disebut sebagai salah satu anthem Piala Dunia paling sukses di era digital dan menjadi fenomena global yang masih dikenang hingga kini.

Karier Shakira di panggung Piala Dunia sebenarnya dimulai sejak 2006 ketika ia tampil membawakan versi remix “Hips Don’t Lie” dalam seremoni penutupan Piala Dunia di Berlin, Jerman. Penampilan tersebut mendapat respons luar biasa dan menjadi awal hubungan panjang antara Shakira dengan FIFA. Empat tahun kemudian, FIFA dan Sony Music resmi memilih “Waka Waka” sebagai lagu resmi Piala Dunia 2010. Kesuksesan besar lagu tersebut kemudian mengubah standar lagu tema Piala Dunia menjadi lebih universal, energik, dan mampu menjangkau lintas budaya.
Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Shakira kembali tampil lewat lagu “La La La”, yang kembali mendapat sambutan positif dari penggemar sepak bola dunia. Kini, pada edisi 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Shakira dipercaya lagi untuk menghadirkan anthem resmi bertajuk “Dai Dai” bersama musisi Afrobeats asal Nigeria, Burna Boy. Kolaborasi tersebut disebut menghadirkan nuansa musik global yang memadukan energi Latin dan Afrobeat modern untuk menggambarkan semangat persatuan internasional dalam sepak bola.
Cuplikan lagu “Dai Dai” pertama kali diperkenalkan Shakira melalui media sosial pribadinya dengan latar Stadion Maracanã di Brasil. Kehadiran teaser tersebut langsung memicu antusiasme publik dan penggemar sepak bola di berbagai negara. Banyak netizen menyebut Shakira sebagai “Ratu Piala Dunia” karena dianggap paling mampu menghadirkan nuansa emosional dan kemeriahan khas turnamen sepak bola terbesar dunia.

Selain dikenal melalui karya musiknya, Shakira juga dipandang memiliki identitas musikal yang mampu menyatukan berbagai budaya dunia. FIFA menilai gaya bermusik Shakira yang memadukan unsur Latin, Timur Tengah, Afrika, hingga pop modern menjadikannya sosok ideal untuk mewakili semangat inklusivitas dan persatuan global yang menjadi nilai utama Piala Dunia. Faktor inilah yang membuat keterlibatan Shakira terus dianggap relevan dalam berbagai edisi turnamen FIFA.
Tak hanya itu, sejumlah laporan menyebut Shakira juga akan tampil dalam pertunjukan spesial final Piala Dunia 2026 yang disebut-sebut akan menghadirkan konsep hiburan megah layaknya Super Bowl Halftime Show. Kehadiran penyanyi asal Kolombia tersebut diyakini akan menjadi salah satu daya tarik utama turnamen yang diprediksi menjadi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah dengan tiga negara tuan rumah sekaligus.
Fenomena Shakira dalam Piala Dunia juga memperlihatkan bagaimana musik memiliki peran penting dalam membangun identitas sebuah turnamen olahraga global. Lagu-lagu yang dibawakannya tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membentuk memori kolektif jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Hingga kini, “Waka Waka” masih dianggap sebagai salah satu lagu Piala Dunia paling ikonik yang pernah diciptakan dan terus diputar dalam berbagai perayaan sepak bola internasional.
[PusakoNews.com/red]








Komentar