PSG Ungguli Bayern 5-4 di Laga Klasik Liga Champions, Tiket Final Masih Terbuka

PSG Vs Bayern 5-4! Duel Gila 9 Gol Bikin Liga Champions
Bayern mendapatkan hasil yang setimpal karena terus menyerang saat tertinggal tiga gol, dan Luis Diaz khususnya tampil brilian sebagai ancaman di lini depan.
Bayern mendapatkan hasil yang setimpal karena terus menyerang saat tertinggal tiga gol, dan Luis Diaz khususnya tampil brilian sebagai ancaman di lini depan.
Sesuaikan Ukuran Baca
650

PusakoNews.com, Paris - Paris Saint-Germain (PSG) meraih kemenangan dramatis 5-4 atas Bayern Munich pada leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes, dalam pertandingan sengit yang menghadirkan total sembilan gol dan disebut sebagai salah satu duel terbaik musim ini.


Pertemuan dua raksasa Eropa itu berlangsung terbuka sejak menit awal. Kedua tim saling menyerang tanpa henti, menampilkan kualitas lini depan kelas dunia dan intensitas tinggi sepanjang 90 menit pertandingan.


PSG tampil tajam melalui Khvicha Kvaratskhelia yang mencetak dua gol penting. Ousmane Dembele juga menyumbang dua gol meski sempat membuang beberapa peluang emas. Satu gol lainnya memastikan tuan rumah menutup laga dengan keunggulan tipis.


Di kubu Bayern, Harry Kane mencetak gol lewat titik penalti dan menambah koleksi golnya menjadi 54 di semua kompetisi musim ini. Michael Olise turut menyumbang gol spektakuler, sementara Luis Diaz mencetak gol penting yang memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4 di menit-menit akhir.

PSG Ungguli Bayern 5-4 di Laga Klasik Liga Champions, Tiket Final Masih Terbuka

Meski kalah, Bayern tetap menunjukkan mental kuat dengan terus menekan hingga peluit panjang berbunyi. Pelatih Vincent Kompany menilai timnya masih memiliki peluang besar karena mampu menciptakan banyak kesempatan sepanjang laga.


Kapten PSG Marquinhos menyebut pertandingan tersebut sebagai duel luar biasa antara dua tim dengan gaya bermain agresif dan menyerang. Ia menegaskan timnya harus membawa mentalitas yang sama saat bertandang ke markas Bayern pada leg kedua.


Hasil ini membuat PSG selangkah lebih dekat ke final Liga Champions dan berpeluang mempertahankan gelar. Namun Bayern masih memiliki kesempatan besar saat menjamu PSG di Allianz Arena, Munich, pada leg kedua pekan depan.


Pemenang duel ini akan melaju ke final Liga Champions di Budapest pada 30 Mei mendatang. Dengan selisih hanya satu gol, persaingan dipastikan masih terbuka dan leg kedua diprediksi kembali berlangsung sengit.

Kontroversi VAR Warnai Laga Bayern vs PSG, Penalti Jadi Sorotan Utama

Wasit Sandro Schärer memberikan penalti kepada PSG setelah cek ke monitor VAR di babak pertama.
Wasit Sandro Schärer memberikan penalti kepada PSG setelah cek ke monitor VAR di babak pertama.

Pertandingan antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain diwarnai kontroversi setelah keputusan penalti yang diberikan melalui bantuan Video Assistant Referee (VAR). Insiden bermula saat umpan silang Ousmane Dembélé mengenai lengan bek Bayern, Alphonso Davies.


Wasit Sandro Schärer semula menolak klaim penalti, namun setelah mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau ulang melalui monitor di tepi lapangan, keputusan diubah dan PSG mendapat hadiah penalti.


VAR menilai lengan kiri Davies bergerak menjauh dari tubuh sehingga membuat postur tubuhnya lebih besar secara tidak wajar. Meski bola terlebih dahulu memantul dari tubuh pemain Bayern, ofisial pertandingan menganggap situasi tersebut tetap memenuhi unsur pelanggaran handball.


Keputusan ini dinilai sangat merugikan Bayern Munich. Banyak pihak menyoroti jarak bola yang sangat dekat serta adanya pantulan sebelum menyentuh tangan Davies. Namun, regulasi handball saat ini masih membuka ruang interpretasi, terutama terkait posisi lengan dan gerakan pemain saat kontak terjadi.


Dalam kompetisi UEFA, standar penilaian handball memang cenderung lebih ketat dibanding Liga Primer Inggris. Situasi serupa disebut kemungkinan besar tidak akan berujung penalti di Inggris.


Keputusan tersebut menjadi momen penting yang memengaruhi jalannya pertandingan sekaligus kembali memunculkan perdebatan soal konsistensi penggunaan VAR di level tertinggi sepak bola Eropa.

Luis Enrique Sebut Duel PSG vs Bayern sebagai Laga Terbaik dalam Karier Kepelatihannya

Luis Enrique memberikan pujian setinggi langit kepada kedua tim setelah kemenangan Paris Saint-Germain 5-4 atas Bayern Munich
Luis Enrique memberikan pujian setinggi langit kepada kedua tim setelah kemenangan Paris Saint-Germain 5-4 atas Bayern Munich

Paris Saint-Germain meraih kemenangan dramatis 5-4 atas Bayern Munich pada leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Selasa waktu setempat. Hasil tersebut langsung mendapat pujian tinggi dari pelatih PSG, Luis Enrique, yang menyebut laga itu sebagai pertandingan terbaik sepanjang karier kepelatihannya.


Pertandingan sembilan gol tersebut tercatat sebagai semifinal dengan skor tertinggi dalam sejarah Liga Champions, sekaligus menyamai rekor jumlah gol terbanyak kedua pada fase gugur kompetisi elite Eropa.


Luis Enrique, yang sebelumnya sukses melatih Timnas Spanyol dan Barcelona hingga meraih gelar Liga Champions, mengaku belum pernah menyaksikan laga dengan intensitas setinggi itu. Menurutnya, duel tersebut layak disebut pertandingan luar biasa karena kedua tim sama-sama tampil agresif dan penuh determinasi.


PSG sempat unggul meyakinkan 5-2 pada awal babak kedua lewat dua gol Khvicha Kvaratskhelia dan dua gol Ousmane Dembele. Namun Bayern Munich bangkit melalui sundulan Dayot Upamecano serta gol Luis Diaz yang memperkecil selisih menjadi 5-4 menjelang akhir laga.


Luis Enrique mengaku kelelahan hanya dengan menyaksikan jalannya pertandingan dan membayangkan beratnya perjuangan para pemain di lapangan. Ia juga menegaskan leg kedua di Munich pekan depan akan jauh lebih sulit karena Bayern tampil lebih kuat saat bermain di kandang sendiri.


Meski demikian, PSG bertekad mempertahankan mentalitas dan performa terbaik demi mengamankan tiket ke final Liga Champions yang akan digelar di Budapest, Hongaria, pada 30 Mei mendatang.

[PusakoNews.com/red]

Komentar

Bantu dukungan dengan kontribusi pemikiran melalui kolom komentar.
Belum ada komentar.

Berita Terkait