PusakoNews.com, Asunción - Pemerintah Paraguay menyatakan kesiapannya untuk menerima gelombang awal sebanyak 25 migran non-warga negara yang dideportasi dari Amerika Serikat. Kebijakan ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral di bidang migrasi antara kedua negara.
Kementerian Luar Negeri Paraguay mengonfirmasi bahwa para migran tersebut dijadwalkan tiba mulai pekan ini. Mereka merupakan individu dari negara ketiga—bukan warga Paraguay—yang sebelumnya berada di Amerika Serikat dan kini dipindahkan dalam kerangka kebijakan deportasi terbaru Washington.
Pemerintah Paraguay menegaskan bahwa setiap kasus telah melalui penilaian individual dengan tetap mengacu pada hukum nasional, kedaulatan negara, serta prinsip-prinsip hukum internasional. Para migran yang diterima juga disebut sebagai kelompok berbahasa Spanyol.
Langkah ini menempatkan Paraguay sebagai salah satu negara di kawasan yang ikut serta dalam skema pemindahan migran ke negara ketiga, sejalan dengan kebijakan deportasi massal yang diperluas oleh pemerintah Amerika Serikat. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah negara lain juga menjalin kesepakatan serupa guna menampung migran yang dideportasi dari AS.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan migrasi yang telah dibangun sebelumnya antara Paraguay dan Amerika Serikat, termasuk mekanisme yang memungkinkan pemindahan pencari suaka atau migran ke negara mitra untuk penanganan lebih lanjut.
Kebijakan deportasi ke negara ketiga sendiri menjadi bagian dari strategi Amerika Serikat untuk mengatasi tekanan migrasi, khususnya ketika negara asal migran menolak atau mengalami kendala dalam menerima kembali warganya.
Pemerintah Paraguay belum merinci secara lengkap mekanisme lanjutan bagi para migran tersebut setelah tiba, termasuk opsi status hukum atau pemulangan ke negara asal. Namun, otoritas setempat menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
[PusakoNews.com/red]

Komentar